-
Kopral Rico Pramudia gugur di Lebanon setelah kritis akibat ledakan proyektil serangan militer Israel.
-
UNIFIL menyatakan serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional.
-
Rico adalah prajurit TNI keempat yang meninggal dunia dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.
Suara.com - Kekerasan militer Israel di Lebanon kembali memakan korban jiwa dari prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia.
Kopral Rico Pramudia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit Beirut setelah sempat berada dalam kondisi kritis.
Gugurnya Rico menambah daftar panjang risiko mematikan yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB di zona konflik.
![Suasana upacara pelepasan dan penghormatan tiga jenazah personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut Lebanon, Kamis (2/4/2026). [ANTARA FOTO/KBRI Lebanon/adm/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/03/26488-unifil-gelar-upacara-pelepasan-jenazah-tiga-prajurit-tni-pemulangan-tiga-prajurit-unifil.jpg)
Insiden tragis ini terjadi pasca ledakan proyektil keras menghantam pos UNIFIL yang berlokasi di Adchit Al Qusayr.
Kematian ini menjadi alarm keras bagi dunia internasional mengenai ancaman nyata terhadap keselamatan personel kemanusiaan global.
Pihak otoritas PBB secara resmi telah menyampaikan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh rakyat Indonesia.
"UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan kolega Kopral Pramudia serta Tentara Indonesia dan Pemerintah dan rakyat Republik Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini," tulis pernyataan resmi UNIFIL.
Lembaga internasional tersebut menuntut komitmen penuh dari seluruh pihak yang bertikai untuk menghormati perlindungan aset PBB.
"Kami menuntut dari semua pihak agar mereka menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat," tegas mereka.
Serangan terhadap pasukan perdamaian secara teknis dapat diklasifikasikan sebagai tindakan kejahatan perang yang sangat serius.
Kopral Rico tercatat sebagai prajurit keempat asal Indonesia yang kehilangan nyawa sejak memanasnya konflik Israel-Hizbullah.
Sebelumnya, tiga rekan sejawatnya telah dipulangkan ke tanah air dalam peti jenazah akibat pertempuran lintas batas tersebut.
Nama-nama seperti Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan berada di daftar tersebut.
Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon juga menjadi korban dalam rangkaian serangan bersenjata yang menghantam pos penjagaan.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan penghormatan terakhir saat pemakaman para prajurit yang gugur sebelumnya.