Komisi III Dorong Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Penderita AIDS

fajarsatu – Komisi III DPRD Kota Cirebon melaksanakan rapat dengar pendapat bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, LSM dan RSD Gunung Jati

fajarsatu
Selasa, 16 Maret 2021 | 13:05 WIB
Komisi III Dorong Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Penderita AIDS
Sumber: fajarsatu

fajarsatu – Komisi III DPRD Kota Cirebon melaksanakan rapat dengar pendapat bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon, LSM dan RSD Gunung Jati untuk membahas peningkatan pelayanan bagi ODHA di Klinik Seroja di Griya Sawala gedung DPRD, Senin (15/3).

Dalam rapat tersebut, Komisi III mendorong optimalisasi pelayanan kesehatan terhadap orang dengan AIDS (ODHA) di Klinik Seroja RSD Gunung Jati. Saat ini ruangan pelayanan di Klinik Seroja dianggap kurang ideal bagi ODHA. Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty Sp.B menyampaikan, saat ini ada empat fasilitas pelayanan kesehatan yang menangani ODHA, yakni Klinik Seroja RSD Gunung Jati, RS Ciremai, Puskesmas Larangan, dan Puskesmas Gunung Sari. Dari empat pelayanan kesehatan itu, Klinik Seroja RSD Gunung Jati menjadi rujukan utama bagi pengobatan ODHA. “Alangkah baiknya ruang pelayanan, yakni ruang tunggu dan konseling di Klinik Seroja itu ideal. Selama ini ruangan konseling di sana tidak kedap suara. Teman-teman KPA dan LSM menginginkan yang kedap suara,” kata Tresnawaty seusai rapat.

Tresnawaty mengatakan, untuk merelokasi Klinik Seroja agar ideal bagi ODHA memang membutuhkan waktu. Terlebih lagi, saat ini RSD Gunung Jati fokus menangani Covid-19. Namun, lanjut Tresnawaty, minimalnya RSD Gunung Jati bisa membuat ruang konseling bagi ODHA yang kedap suara, dan ruang tunggu yang tertutup. “Direktur (RSD Gunung Jati) tadi menyanggupi. Ini penting untuk dilakukan. Tentunya menjaga semangat teman-teman relawan, membantu ODHA agar nyaman saat konseling,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris KPA Kota Cirebon, Sri Maryati SPd MA mengatakan, saat ini pihaknya menangani 1.639 ODHA. Ia menyebutkan, sepanjang 2020 KPA dan LSM menemukan 324 kasus baru.

BERITA LAINNYA

TERKINI