Kelompok Antivaksin Disinyalir Picu Banyak Kasus Difteri

Ahli Epidemiologi Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran UGM Riris Andono Ahmad memastikan, ada persoalan di ranah imunisasi sehingga menimbulkan maraknya difteri. Apalagi, ada beberapa kelompok yang menolak imunisasi sehingga cakupan vaksinasi menurun. Persoalannya, seringkali orang yang menolak vaksin itu berada dalam komunitas yang sama sehingga ada populasi yang tidak tervaksinasi, sehingga menjadi booming.

madiunpos
Rabu, 13 Desember 2017 | 21:47 WIB
Kelompok Antivaksin Disinyalir Picu Banyak Kasus Difteri
Sumber: madiunpos

Madiunpos.com, SLEMAN-Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran UGM memperkirakan kejadian luar biasa (KLB) kasus difteri disebabkan karena masih adanya sekelompok masyarakat yang enggan menerima vaksin atau sering disebut dengan kelompok antivaksin. Pemerintah perlu lebih gencar mengedukasi terkait program imunisasi agar difteri tidak banyak terulang.

Ahli Epidemiologi Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran UGM Riris Andono Ahmad memastikan, ada persoalan di ranah imunisasi sehingga menimbulkan maraknya difteri. Apalagi, ada beberapa kelompok yang menolak imunisasi sehingga cakupan vaksinasi menurun. Persoalannya, seringkali orang yang menolak vaksin itu berada dalam komunitas yang sama sehingga ada populasi yang tidak tervaksinasi, sehingga menjadi booming.

BERITA LAINNYA

TERKINI