- Jenderal TNI (Purn.) HBL Mantiri resmi dikukuhkan sebagai Ketua Badan Pertimbangan Pusat PPAD oleh Plt. Ketua Umum Komaruddin Simanjuntak.
- Pengukuhan tersebut bertujuan memperkuat peran strategis Badan Pertimbangan Pusat dalam memberikan masukan dan pertimbangan bagi kemajuan organisasi PPAD.
- Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjaga marwah organisasi sebagai kekuatan moral bangsa yang objektif tanpa terlibat politik praktis.
Suara.com - Jenderal TNI (Purn.) HBL Mantiri resmi dikukuhkan sebagai Ketua Badan Pertimbangan Pusat Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD). Pengukuhan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PPAD Mayjen TNI (Purn.) Dr. Komaruddin Simanjuntak, S.SIP., M.Sc., bersama seluruh anggota Badan Pertimbangan Pusat yang berjumlah 45 orang.
Prosesi tersebut turut dihadiri Jenderal TNI (Purn.) Agustadi Sasongko Purnomo, Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri, jajaran Pengurus Pusat PPAD, perwakilan Purnawirawan KOWAD, PPAD DKI Jakarta, HIPAKAD, P3AD, serta Ketua dan Pengurus Daerah PPAD dari seluruh Indonesia yang mengikuti acara secara daring.
Dalam sambutannya, Komaruddin menyatakan optimistis kepemimpinan HBL Mantiri akan semakin memperkuat peran Badan Pertimbangan Pusat sebagai mitra strategis Dewan Pengurus Pusat PPAD dalam memberikan masukan dan pertimbangan bagi organisasi.
Menurutnya, pengalaman panjang dan rekam jejak HBL Mantiri menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan yang selama ini dipegang PPAD.
“Beliau adalah sosok yang selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Integritas, pengalaman, dan keluasan wawasan yang beliau miliki menjadi modal penting bagi Badan Pertimbangan Pusat dalam memberikan pemikiran strategis demi kemajuan organisasi,” ungkap Komaruddin.
Pada kesempatan itu, Komaruddin juga memberikan penghormatan kepada almarhum Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno yang sebelumnya memimpin Badan Pertimbangan Pusat PPAD. Ia menilai almarhum telah meninggalkan warisan berupa keteladanan, semangat kebangsaan, dan fondasi moral yang akan terus menjadi pedoman bagi organisasi.

Komaruddin juga menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh, wakil ketua Badan Pertimbangan Pusat, serta seluruh jajaran PPAD yang telah mengawal proses pergantian kepemimpinan sehingga berlangsung melalui musyawarah, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab bersama.
Selain membahas regenerasi kepemimpinan, Komaruddin mengingatkan seluruh keluarga besar PPAD agar tetap menjaga jati diri organisasi sebagaimana pesan para pendirinya. Ia menegaskan PPAD dibentuk sebagai kekuatan moral bangsa, bukan sebagai kekuatan politik praktis.
Karena itu, menurut dia, organisasi harus tetap mampu memberikan pandangan yang objektif dan konstruktif terhadap berbagai persoalan kebangsaan, sekaligus tidak terseret kepentingan politik maupun ambisi kekuasaan.
“Mari kita jaga marwah organisasi ini sebagaimana yang telah diwariskan para pendiri. PPAD harus tetap menjadi rumah besar yang mempersatukan seluruh purnawirawan TNI Angkatan Darat, menjadi perekat kebangsaan, serta terus memberikan kontribusi nyata melalui pemikiran, pengalaman, dan keteladanan,” ujar Komaruddin.