TIMESINDONESIA – Penyakit infeksi masih menjadi perhatian dunia di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Munculnya infeksi tergantung hasil dari interaksi antara mikroorganisme dengan sistem kekebalan tubuh seseorang. Hal ini tentu membuat sekelompok orang berada pada lingkungan yang sama, tidak semuanya terpapar penyakit. Jika pun terpapar, tingkat keparahannya dari masing-masing individu bisa bervariasi.
Penanganan infeksi dilakukan dengan menggunakan vaksin sebagai bagian dari pencegahan spesifik serta antibiotik sebagai bagian dari pengobatan. Namun, kurang bijaknya penggunaan antibiotik oleh masyarakat maupun tenaga kesehatan, selain juga merupakan kemampuan alami dari mikroorganisme untuk mempertahankan diri dan populasinya melalui mutasi genetik. Mutasi sendiri bisa dikatakan sesuatu yang tidak terhindarkan sehingga yang dilakukan dengan mempengaruhi “sifat sosial” dari mikroorganisme.
Nah, untuk mengatasi infeksi tersebut bisa dilakukan dengan modulasi interaksi sosial mikroorganisme. Karena itu, biofilm menjadi salah satu produk sosial mikroorganisme. Biofilm terbentuk oleh komunitas mikroorganisme yang menempel pada suatu permukaan dalam lingkungan berair.