Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Dikuasai TikTok, Menaker Sesalkan PHK Massal di Tokopedia

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:35 WIB
Dikuasai TikTok, Menaker Sesalkan PHK Massal di Tokopedia
Ilustrasi. Menaker Yassierli bakal menyesali Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang akan terjadi di e-commerce Tokopedia jika hal itu benar terjadi. [Tokopedia]

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli bakal menyesali Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang akan terjadi di e-commerce Tokopedia jika hal itu benar terjadi.

Yassierli mengatakan hingga saat ini pihaknya belum melihat rincian detail terkait isu PHK tersebut atas perusahaan yang kini 75 persen sahamnya dikuasai TikTok itu.

"Saya belum lihat detail (PHK ini)," kata Yassierli di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2025).

Meski demikian lanjut dia, setiap kali ada perusahaan yang akan melakukan PHK, pihaknya akan menjadi mediator untuk menyelesaikan masalah yang ada antara pemberi kerja dan pekerja.

"Ketika ada isu PHK biasanya yang kami lakukan adalah kita menurunkan mediator kita," katanya.

Menurut Yassierli, tim mediator ini berperan sebagai penengah untuk menggali informasi lebih lanjut dan mencari tahu penyebab di balik potensi PHK. Ada berbagai alasan yang mungkin melatarbelakangi PHK, mulai dari hubungan industrial yang tidak harmonis, kondisi finansial perusahaan yang tidak stabil, hingga alasan relokasi.

"Itu harus kita lihat satu per satu, dan prosesnya juga sudah ada," jelasnya.

Jika PHK terjadi karena hubungan industrial, maka prosesnya akan melibatkan pengawas ketenagakerjaan dan mediasi untuk memastikan hak-hak pekerja terpenuhi. Yassierli juga menambahkan, jika pekerja merupakan peserta Jamsostek, mereka akan mendapatkan manfaat yang sesuai.

Asal tahu saja, TikTok telah mengakuisisi saham mayoritas Tokopedia, dengan menggelontorkan investasi lebih dari 1,5 miliar dolar AS (sekitar Rp23 triliun) untuk membeli 75,01% saham perusahaan induk PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Akuisisi ini rampung pada 31 Januari 2024, setelah diumumkan pada Desember 2023, dan kini GOTO memegang 25% saham Tokopedia. 

Meskipun demikian, Yassierli tetap berharap skenario PHK massal ini tidak terjadi di Tokopedia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbau dari Polda Metro Jaya Buat yang Berunjuk Rasa di DPR: Tidak Live TikTok di Demo!

Imbau dari Polda Metro Jaya Buat yang Berunjuk Rasa di DPR: Tidak Live TikTok di Demo!

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:11 WIB

Buruh Tuntut Upah Naik 10,5 Persen, Menaker: Prosesnya Masih Panjang

Buruh Tuntut Upah Naik 10,5 Persen, Menaker: Prosesnya Masih Panjang

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2025 | 13:48 WIB

Polisi Larang Live Streaming Demo 28 Agustus di TikTok, Ada Motif Cari 'Gift' di Balik Aksi Massa

Polisi Larang Live Streaming Demo 28 Agustus di TikTok, Ada Motif Cari 'Gift' di Balik Aksi Massa

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:26 WIB

Terkini

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:40 WIB

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35 WIB

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:29 WIB

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:37 WIB

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:33 WIB

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:25 WIB

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:05 WIB

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB