TIMESINDONESIA – Pembantaian manusia sepertinya terus dilakukan pasukan keamanan Myanmar terhadap pengunjuk rasa setelah Senin malam hingga Selasa (30/3/2021). 15 orang lagi terbunuh dengan peluru tajam dan granat tangan
The Irrawaddy melansir, jumlah nyawa yang hilang itu bisa lebih dari itu karena beberapa orang lainnya dilaporkan terluka parah akibat tembakan acak yang dilakukan aparat keamanan. Bahkan yang lebih tidak manusiawi lagi mereka yang terluka parah justru ditahan. Hingga Selasa, korban meninggal dunia terkait protes telah mencapai 475.
Empat kematian hari Selasa terjadi di Kotapraja South Dagon Yangon karena penembakan acak dan serangan brutal terhadap penduduk. Tindakan keras mematikan terhadap pengunjuk rasa anti-rezim dimulai Senin pagi dan berlanjut hingga setelah tengah malam. Daerah itu telah diberlakukan darurat militer sejak pertengahan bulan. Dan telah menjadi titik nyala untuk konfrontasi fatal antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan selama berhari-hari.