TIMESINDONESIA – Kabupaten Kediri masuk ke dalam daftar wilayah yang serapan pupuk bersubsidinya tinggi. Per tanggal 26 September 2022, Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk subsidi jenis urea dan NPK mencapai 54.112 ton atau setara dengan 63 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi sebesar 84.695 ton di Kabupaten Kediri.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 41 Tahun 2021 yang saat ini direvisi menjadi Permentan Nomor 10 Tahun 2022 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi, total alokasi yang sebesar 65.324 ton ini terdiri dari pupuk urea sebanyak 38.659 ton dan pupuk NPK sebanyak 26.665 ton. Adapun realisasi penyaluran masing-masing pupuk bersubsidi tersebut tercatat urea sudah 29.259 ton dan NPK sebesar 24.852 ton atau totalnya sudah mencapai 54.112 ton.
"Dengan realisasi penyaluran,maka stok pupuk bersubsidi yang bisa digunakan para petani penerima pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Kediri hingga akhir tahun tercatat sebesar 30.583 ton, yang terdiri dari urea sebesar 18.391 ton dan NPK sebesar 12.193 ton," ujar SVP PSO Wilayah Timur Pupuk Indonesia Muhammad Yusri, Selasa, (27/09/2022).