Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:18 WIB
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Mantan bos Garuda Indonesia Ari Askhara kini resmi menduduki kursi Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) (ANTARA)
  • Ari Askhara resmi jadi Dirut emiten Tommy Soeharto, HUMI, per 14 Januari 2026.
  • Eks bos Garuda ini sempat tersandung skandal penyelundupan Harley dan Brompton.
  • Ari targetkan transformasi HUMI jadi pemain logistik energi terintegrasi nasional.

Suara.com - Nama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, atau yang lebih dikenal sebagai Ari Askhara, kembali mengguncang panggung korporasi nasional.

Mantan bos Garuda Indonesia yang sempat "terhempas" akibat skandal penyelundupan motor mewah itu kini resmi menduduki kursi Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI), emiten pelayaran milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Keputusan krusial ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (14/1/2026). Ari menggantikan Tirta Hidayat untuk memimpin HUMI dalam ambisinya bertransformasi menjadi pemain utama logistik maritim dan energi terintegrasi.

Penunjukan ini memicu perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar mengingat rekam jejak kontroversial Ari saat memimpin maskapai pelat merah, Garuda Indonesia (GIAA). Publik tentu belum lupa pada akhir 2019, ketika Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Ari secara tidak hormat.

Pemicunya bukan sekadar performa bisnis, melainkan skandal penyelundupan suku cadang Harley Davidson bekas dan dua unit sepeda Brompton di dalam pesawat baru Airbus A330-900neo milik Garuda.

Barang bukti moge dan sepeda mewah selundupan dibongkar. (Suara.com/Achmad Fauzi)
Barang bukti moge dan sepeda mewah selundupan dibongkar. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Kasus ini tak hanya mencoreng citra maskapai nasional, tapi juga membawa Ari ke kursi pesakitan hingga divonis satu tahun penjara dengan masa percobaan oleh PN Tangerang pada 2021. Tak hanya itu, masa kepemimpinannya juga sempat diwarnai isu manipulasi laporan keuangan tahun 2018.

Meski sempat menjadi "persona non grata" di lingkungan BUMN, karier Ari tampaknya menemukan "pelabuhan" baru di grup bisnis keluarga Cendana. Sebelum didapuk menjadi Dirut HUMI, ia telah lebih dulu dipercaya menjabat sebagai Dirut PT GTS Internasional Tbk. (GTSI), anak usaha HUMI, sejak April 2025.

Dalam pernyataan resminya, Ari menegaskan visi ambisius untuk HUMI. "Ke depan, HUMI akan fokus pada pertumbuhan revenue yang sehat melalui sinergi grup dan diversifikasi usaha, bukan hanya sekadar pemilik kapal (ship owner)," ujarnya.

Ia juga menekankan efisiensi biaya operasional dan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas utama. Dengan latar belakang perbankan yang kuat—pernah di Bank Mandiri, Deutsche Bank, hingga Barclays—Ari diharapkan mampu menata struktur keuangan HUMI, meski bayang-bayang masa lalunya di Garuda dipastikan akan terus menjadi sorotan investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Pangkas Nikel Nasional, Harga Diprediksi Terus Menguat Awal 2026

Pemerintah Pangkas Nikel Nasional, Harga Diprediksi Terus Menguat Awal 2026

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 08:47 WIB

Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen

Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 17:56 WIB

Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia

Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 14:09 WIB

Terkini

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:25 WIB

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:15 WIB

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:21 WIB

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 22:07 WIB

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:25 WIB

Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 21:18 WIB

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 20:42 WIB

PT PGE dan  PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:58 WIB

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:24 WIB