Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 14 Januari 2026 | 17:56 WIB
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Dari kiri ke kanan: Jajaran Direksi PT Arkadia Digital Media Tbk, Komisaris Iwa Sukresno Karunia, Komisaris Utama Stephen Kurniawan, Direktur Utama Suwarjono saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Aryaduta Hotel, Jakarta, Jumat (20/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Saham DIGI melonjak tajam 184,21% dalam setahun terakhir hingga ke level Rp54.
  • Sempat sentuh Rp20 di Juni 2025, DIGI kini dekati rekor tertinggi 52 minggu di Rp57.
  • Kapitalisasi pasar DIGI capai Rp87,75 miliar di tengah tren positif sektor media.

Suara.com - Emiten media digital PT Arkadia Digital Media Tbk (IDX: DIGI) mencatatkan performa gemilang dalam satu tahun terakhir.

Data perdagangan hingga Rabu (14/1/2025) menunjukkan saham DIGI parkir di level Rp54 mencerminkan lonjakan fantastis sebesar 8 persen atau naik 4 poin. Jika ditarik 12 bulan kebelakang saham DIGI telah terbang 184,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tren "bullish" ini membawa DIGI bergerak mendekati level tertinggi 52 minggunya di angka Rp57. Padahal, pada Juni 2025 lalu, saham ini sempat menyentuh titik terendah di level Rp20 per lembar.

Pemulihan tajam ini menarik perhatian investor ritel mengingat kapitalisasi pasar DIGI kini berada di angka Rp87,75 miliar.

Meskipun Rasio P/E berada di angka cukup tinggi, yaitu 141,54, antusiasme pasar tetap terjaga. Pada perdagangan hari ini, saham dibuka di level Rp50 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp55 sebelum ditutup di angka Rp54.

Volatilitas yang positif ini menandakan adanya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis digital yang digarap oleh perusahaan di awal tahun 2026 ini.

Pada medio Oktober 2025 lalu, diketahui PT Harvest Capital International selaku pengendali DIGI telah melakukan transaksi pembelian sebanyak total 51.582.400 lembar saham (3,18 persen) diharga Rp35, Rp35, Rp33,4, Rp33,4 dan Rp33,2 per saham pada tanggal 27, 28, 29, 30, dan 31 Oktober 2025.

“Tujuan transaksi untuk investasi dengan Status Kepemilikan Saham secara langsung,” sebut Arsito Hidayatullah selaku Corporate Secretary DIGI dalam keterbukaan informasi BEI.

Pasca transaksi Pembelian, maka porsi kepemilikan PT Harvest Capital International di DIGI menjadi sebanyak 578.947.200 lembar saham (35,63 persen) dibandingkan sebelumnya yang tercatat sebanyak 527.364.800 lembar saham (32,45 persen).

baca juga

Diketahui, sebelumnya, PT Harvest Capital International juga pernah melakukan transaksi Pembelian sebanyak total 27.280.800 lembar saham (1,68 persen) diharga Rp34 dan Rp35 per saham pada tanggal 20 - 24 Oktober 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T

Bos Danantara Pamer Hasil Transformasi Total BUMN, Valuasi TLKM Naik Jadi Rp 115 T

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 17:01 WIB

Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?

Akhirnya IHSG Tembus Level 9.000, Apa Pemicunya?

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 16:52 WIB

Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia

Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 Januari 2026 | 14:09 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×