SuaraPekanbaru.id - Terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau selama periode 2023, Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau angkat bicara.
Menurut catatan BPBD Provinsi Riau, bahwa pencegahan dini serta karhutla di Riau, hingga saat ini semakin membaik.
Hal itu terindikasi dari kasus karhutla di Riau yang berhasil ditekan dan dapat diantisipasi sedini mungkin.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, M Edy Afrizal mengatakan, pencegahan dini dan penanganan karhutla di Riau saat ini berhasil ditekan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah, jika dibandingkan tahun lalu, total luas karhutla di Riau menurun," kata Edy di Pekanbaru, Jumat (10/3/2023), dilansir dari laman instagram.
Bahkan dia menyebutkan, kendati masih terjadi karhutla, namun luasannya hanya 16 hektar, selama periode Januari hingga 10 Maret 2023.
"Sekarang dari Januari sampai 10 Maret 2023, luas karhutla 16 hektare," imbuhnya.
Namun demikian, dikatakan Edy, bahwa hingga saat ini terdapat 5 daerah yang ditetapkan sebagai kawasan siaga darurat Karhutla.
Kelima daerah tersebut, diantaranya Kota Pekanbaru, Meranti, Siak, Rokan Hulu dan Kabupaten Bengkalis.
Baca Juga: Arya Saloka Dicurigai Jarang Pulang, Putri Anne Merespons: Apaan Sih
Adapun daerah atau kawasan yang belum ditetapkan sebagai status siaga darurat Karhutla diantaranya ada 7 daerah kawasan.
Ketujuh daerah tersebut yakni Kabupaten Kuansing, Rokan Hilir, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kota Dumai serta Kabupaten Pelawan.
Oleh karena itu, dikatakan Edy, pihaknya mendorong agar daerah Kabupaten Kota yang belum menetapkan status siaga darurat Karhutla, agar segera bisa menempatkannya.
"Kami mendorong agar kabupaten kota yang belum, untuk dapat menetapkan status siaga darurat karhutla," pungkas Edy.(*)