SuaraPekanbaru.id - Adanya wabah virus flu burung di Kabupaten Kampar memantik Pj Wali Kota Pekanbaru. Mulihun, untuk mengimbau masyarakat agar bersikap waspada.
Namun, sampai sejauh ini, kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru Muhammad Firdaus, di wilayahnya belum ditemukan kasus flu burung.
Katanya, hingga kini pihaknya belum menemukan ternak warga yang terjangkit virus flu burung atau H5N1.
"Dari hasil monitoring dan pemantauan baik di peternakan maupun di penjualan ayam, Alhamdulillah Pekanbaru masih bebas dari flu burung. Belum ada laporan sama sekali," ucapnya, dikutip dari laman resminya, Kamis 30 Maret 2023.
Jika nanti ditemukan kasus, pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan. Namun, sebagai antisipasi, warga atau peternak harus melakukan penyemprotan kandang.
Firdaus mengatakan tentang gejala unggas atau ayam yang terjangkit flu burung. Di antaranya keluar liur dari hidung, pialnya membiru dan napsu makan menurun.
"Tapi untuk memastikan memang harus dilakukan rapid test," ujarnya.
Sebelumnya, Pj Walikota Pekanbaru Muflihun memerintah OPD teknis bergerak cepat melakukan antisipasi pasca ditemukan kasus flu burung di Kabupaten Kampar yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru.
Perintah itu menindaklanjuti laporan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau atas temuan adanya ratusan ayam yang mati mendadak di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar dan dipastikan terjangkit akibat flu burung. (*)
Baca Juga: Kasus Korupsi Dana Hibah, Penyidik Kejati Geledah Kantor KONI Sumsel