SUARA PEKANBARU - Gadis 20 tahun ini dibuat menyerah duda 40 tahun: Saat mabuk, aku pasrah, tak disangka ibuku lakukan ini.
Aku gadis usia 20 tahun, jatuh cinta pada duda usia 40 tahunan. Saat dia ku ajak ke rumah, ibuku bukan saja tidak menentang hubungan kami, malah memeluknya sambil menangis.
Ternyata, bagi sebagian besar keluarga, rasanya sulit bisa menerima bila anak gadisnya yang berusia 20 tahun jatuh cinta dengan seorang pria yang pantasnya menjadi bapaknya. Apalagi seorang duda.
Tapi, ibu gadis Ini bukan saja tidak menentang. Bahkan merestui. Kami dari keluarga sederhana. Ibuku adalah seorang single parent. Dia bekerja serabutan untuk menghidupi keluarga.
Dia mabuk lalu semua terbongkar
Studiku biasa-biasa saja. Akhirnya aku pun mengambil program Diploma Seni. Setelah lulus aku membuka sebuah salon kecantikan. Usaha salonku berjalan dengan lancar dan lumayan bagus.
Setiap hari bisa menghasilkan ratusan ribu rupiah. Di sebelah salonku ada sebuah restoran. Pemiliknya adalah seorang pria usia 40-an.
Aku tidak pernah melihat istri dan anak-anaknya. Karena hubungan sebagai tetangga, aku pun kerap sekedar makan di restorannya. Hitung-hitung ikut membantu meramaikan usahanya.
Lama kelamaan, karena sering ke sana akhirnya kami pun menjadi akrab. Kadang-kadang dia datang ke salonku memperkenalkan tamunya yang mau memotong rambut atau sekedar merapikan rambut.
Suatu hari kami minum-minum di restorannya. Mungkin karena pengaruh minuman, dia pun mabuk. Aku pasrah saja mendengar semua ceritanya, yang terdengar berat.
Dalam keadaan setengah sadar dia menceritakan tentang istri dan anak-anaknya. Ternyata putrinya telah meninggal saat berusia 5 tahun.
Sementara istrinya jatuh sakit sepeninggal putrinya. Tiga tahun kemudian istrinya pun menyusul putrinya. Saya ikut sedih, sekaligus simpati setelah mendengar cerita tentang keluarganya.
Sejak itu hubungan kami tiba-tiba saja mengalami perubahan yang unik. Dan pandanganku terhadapnya juga lain.
Aku menjadi lebih sering ke restorannya. Dan anehnya, kadang-kadang aku juga membantu merapikan restoran, menjahit bajunya, atau pekerjaan-pekerjaan sepele lainnya.
Lambat laun hubungan kami semakin dekat. Dan dia juga sangat baik, serta perhatian sama aku. Di mataku dia adalah sosok pria dewasa yang berkarisma dan berpembawaan tenang.
Perlahan-lahan timbul perasaan suka padanya. Dan kemudian, kami pun sering bersama, atau katakanlah mulai pacaran.
Karena usianya lebih tua 20 tahun lebih, aku belum memberitahu ibu. Takut ibu menentangnya.
Tapi beberapa waktu lalu, kami memutuskan untuk menikah. Aku pun kemudian mengajaknya ke rumah, untuk aku perkenalkan kepada ibu dan tidak peduli Ibu setuju atau tidak aku sudah siap dan bertekad menikah dengannya.
Apa yang terjadi sungguh tak disangka. Ketika ibu melihatnya, ibu justru memeluknya dan menangis. Sontak hal itu pun membuat aku tercengang dan bengong.
Lalu aku bertanya pada ibu, apa yang terjadi sebenarnya. Apa ibu mengenal dia sebelumnya.
Akhirnya Ibu pun bercerita tentang masa lalunya. Bertahun-tahun lalu, ibu mengajak adikku berperahu di taman bermain.
Karena adikku terlalu nakal, sehingga tanpa sengaja jatuh ke sungai. Tepat pada saat itu, dia yang ketika itu juga sedang mengayuh perahu melihat kejadian itu.
Lalu ia pun segera terjun ke air dan menyelamatkan adikku. Tapi malang, perahunya oleng saat ia terjun.
Sehingga putrinya terjatuh ke sungai dan ketika diangkat ke atas, putrinya meninggal. Ibu menuturkan, bahwa setelah peristiwa naas itu ia selalu merasa bersalah dan ingin mengucapkan terima kasih.
Tapi, ibu tidak tahu dimana pria yang telah menyelamatkan adikku. Dan tak disangka bisa bertemu dalam suasana seperti ini.
Aku cukup terkejut setelah mengetahuinya. Ibu memintaku agar hubungan kami bisa berlanjut dengan harmonis.
Tapi apakah pacarku itu bisa menerimanya? Aku tidak tahu apakah hubungan kami harus dilanjutkan atau, Aku menjadi galau gelisah. Dilanjutkan, atau diakhiri? (*)
Sumber: Fakta Kehidupan
Disclaimer: Konten kisah adalah bersifat hiburan. Tentang kebenaran cerita atau kisah, tidak bisa dipertanggungjawabkan.