SUARA PEKANBARU - Tersiar kabar terkait rencana penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar, usai Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Ridwan Hisjam menilai Luhut Binsar Pandjaitan, dan Bambang Soesatyo layak menggantikan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum melalui Munaslub.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan, isu yang sedang berhembus soal Munaslub Golkar adalah urusan internal partai itu, dan tidak ada hubungannya dengan pemerintah.
Jokowi mengatakan, jika ada pihak-pihak yang berkeinginan untuk mendorong digelarnya Munaslub guna menggantikan ketua umum Partai Golkar yang sedang menjabat, itu adalah urusan masing-masing.
"Itu urusan internal Golkar. Urusannya internal Golkar, tidak ada hubungannya dengan kita (pemerintah)," kata Jokowi.
Sekarang ini, Partai Golkar dipimpin ketua umum Airlangga Hartarto yang juga menjadi bakal calon presiden pada Pemilu 2024 dari partai tersebut.
"Kalau Pak Luhut, Pak Bahlil, ada Pak Bamsoet punya keinginan, itu urusan beliau-beliau. Bukan urusan kita. Urusan internal Golkar," kata Jokowi.
Sebelumnya, tiga ormas Partai Golkar, yakni Kosgoro 1957, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), dan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), juga meminta Airlangga Hartarto mundur dari posisi ketua umum DPP Partai Golkar.
Menurut Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan SOKSI, Lawrence TP Siburian, arah politik Partai Golkar saat ini tidak jelas.
Padahal, waktu pendaftaran bakal calon presiden dan calon wakil presiden menyisakan waktu tiga bulan lagi yakni pada Oktober 2023.
Baca Juga: BI Catatkan Uang Beredar di Masyarakat pada Juni 2023 Capai Rp 8.372,6 Triliun
"Pak Airlangga tidak apa-apa di kementerian. Memimpin (sebagai) Menteri Koordinator bidang Perekonomian, tetapi Partai Golkar diserahkan kepada yang lebih mampu untuk menjaga, dan mempertahankan paling tidak meningkatkan suara dari 14 persen naik," kata Lawrence TP Siburian.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menilai tidak ada rencana penyelenggaraan Munaslub Partai Golkar.
Airlangga juga mendorong pihak-pihak yang ingin mencalonkan diri menjadi pimpinan Partai Golkar menunggu dilaksanakannya Munas pada 2024.
"Munas 2024, silakan mau berminat jadi Ketua Umum Golkar ke 2024," kata Airlangga. (*/ANTARA)