SUARA PEKANBARU - Kematian anak harimau benggala miliknya. Membuat Alshad Ahmad beri informasi kalau hasil autopsi paru-paru Cenora dianggap normal.
Diketahui, sudah sebanyak tujuh ekor anak harimau benggala yang berasal dari induknya dikasih nama Jinora harus gugur saat baru lahir.
Sebelumnya memang kematian anak harimau Benggala miliknya disebabkan karena ibunya tidak bisa mengasuh anaknya dengan baik.
Hal ini menyebabkan anak-anaknya yang baru dilahirkan Jinora harus gugur. Sebelum Cinora mati, ada juga anak harimau benggala yang mati karena terluka.
Akibat salah gigitan dari Jinora, sehingga tubuhnya banyak yang terluka parah. Meski Alshad Ahmad sudah memanggil pemandu dari Afrika dengan nama samaran "Expert".
Dilansir dari story Instagram @alshadahmad pada Rabu (26/7/2023), ada sebuah pesan balasan dari warganet yang menganggap kalau paru-paru Cinora terjanggal makanan.
"Keselek makanan jadi bikin susah nafas mungkin," kata warganet.
Alshad Ahmad pun menjelaskan kalau hasil dari autopsi pada paru-paru Cinora terbilang aman, dan tidak ada cairan susu yang masuk ke bagian tersebut.
"Dari hasil autopsi, paru-paru Cenora ga ada cairan susu atau makanan yang masuk," ujar Alshad Ahmad.
Baca Juga: 7 Prinsip Penting dalam Surah Al-Fatihah untuk Belajar Kehidupan
Meski Alshad Ahmad mengakui, kalau pertumbuhan bayi harimau yang baik berasal dari asi dan colostrum indukannya.
"ASI dan Colostrum dari induknya adalah yang terbaik. Ga ada formula atau pengganti ASI dan Colostrum yang bisa samain kayak dari induknya," papar sepupu Raffi Ahmad itu.
Sayangnya hal tersebut tidak dilakukan oleh Jinora, dan sudah sebanyak tiga ekor anak harimaunya mati karena kekurangan gizi.
"Tapi udah 3x kelahiran induknya tidak memberikan ASI dan Colostrumnya akhirnya anaknya mati," pungkasnya.
Saat ini kematian Cenora tentunya membuat Alshad Ahmad disorot netizen, karena dituding sudah mengekang kebebasan hak hidup satwa liar akibat dipelihara di rumahnya.(*)