Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Stok Emas Fisik Pegadaian Menipis, Antrean Cetak Mengular

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:15 WIB
Stok Emas Fisik Pegadaian Menipis, Antrean Cetak Mengular
Warga antre untuk jual-beli emas di Galeri 24, Jakarta, Kamis (17/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Emas fisik dijamin rasio 1:1, aman di vault standar global dan diaudit OJK.
  • Antrean cetak emas fisik ditargetkan tuntas seluruhnya pada akhir Februari 2026.
  • Layanan gadai dan buyback tetap normal meski ada antrean pengambilan fisik.

Suara.com - PT Pegadaian (Persero) merespons fenomena lonjakan permintaan emas fisik yang terjadi belakangan ini. Perusahaan menjamin bahwa setiap gram investasi nasabah dijamin sepenuhnya oleh emas fisik dengan rasio 1:1.

Dalam media sosial Instagramnya, @pegadaian_id pihaknya menegaskan, meski terjadi antrean dalam proses cetak dan pengambilan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai aspek keamanan.

"Seluruh aset investasi, baik dalam bentuk Tabungan Emas maupun Cicil Emas, disimpan di vault berstandar internasional dan diaudit secara berkala oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," tulis pengumuman Pegadaian dilihat, Kamis (5/2/2026).

Tingginya antusiasme masyarakat dalam memburu emas fisik diakui berdampak pada proses distribusi. Saat ini, Pegadaian tengah menggenjot kapasitas produksi dan logistik untuk mengurai antrean.

"Kami terus mengoptimalkan produksi dan distribusi. Targetnya, seluruh permintaan fisik yang tertunda akan dipenuhi paling lambat pada akhir Februari 2026," tulisnya.

Bagi nasabah yang memiliki kebutuhan dana mendesak, Pegadaian memastikan likuiditas tetap terjaga. Nasabah tidak harus menunggu fisik emas tercetak untuk mendapatkan dana segar.

Layanan gadai maupun buyback (jual kembali) Tabungan Emas tetap beroperasi normal melalui aplikasi TRING! maupun gerai fisik. Manajemen mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu negatif terkait ketersediaan emas.

"Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang taat regulasi, berintegritas, dan berkelanjutan," tutup pernyataan tersebut.

Sementara itu harga emas di Pegadaian pada Kamis (5/2/2026) terpantau stabil dibandingkan pembaruan sebelumnya. Produk emas Galeri 24 dan UBS dibanderol di level harga yang sama seperti hari kemarin. Mengacu pada data terbaru per 5 Februari 2026, harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram masih berada di level

baca juga

Adapun harga emas UBS hari ini ukuran 1 gram tercatat Rp 2.999.000. Untuk ukuran 0,5 gram, emas UBS dipasarkan seharga Rp 1.621.000.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Pegadaian Turun di Sabtu 31 Januari

Harga Emas Pegadaian Turun di Sabtu 31 Januari

Bisnis | Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:39 WIB

5 Perbedaan Tabungan Emas Digital dan Emas Fisik untuk Investasi Modal Rp50 Ribu

5 Perbedaan Tabungan Emas Digital dan Emas Fisik untuk Investasi Modal Rp50 Ribu

Lifestyle | Jum'at, 30 Januari 2026 | 20:00 WIB

Mengalah Hingga Lelah

Mengalah Hingga Lelah

Your Say | Senin, 12 Januari 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×