“Ada kemungkinan bahwa GRT (Tindakan Ronald Tannur) sendiri akan dilakukan pemeriksaan dari sisi kejiwaannya, karena hal ini disimpulkan ketika GRT usai menabrakkan mobil terhadap korban yang mengakibatkan korban gagal organ sehingga menyebabkan kehilangan nyawanya, GRT sempat mengabadikan momen dimana kekasihnya tersebut sedang dalam keadaan sekarat,” sambung pewarta tersebut.
Penyidik Polrestabes Surabaya mencurigai adanya masalah kejiwaan yang dialami oleh Gregorius Ronald Tannur.
Karena pelaku penganiayaan ini tidak menunjukkan penyesalan setelah korban berada dalam kondisi sekarat, bahkan masih tertawa dan merekam Dini Sera Afrianti yang tergeletak di area parkir tanpa memberikan respons.
Polrestabes Surabaya berencana bekerja sama dengan psikiater untuk menjadwalkan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku.
Jika Tindakan Ronald Tannur dinyatakan ada permasalahan kejiawaan, akankan lolos dari jerat hukum? (*)