SUARA PEKANBARU - Diketahui puluhan orang diyakini telah ditangkap di Israel oleh pejuang-pejuang Hamas selama akhir pekan ini.
Mereka kini ditahan di berbagai lokasi di seluruh Gaza. Hal itu mempersulit respons Israel terhadap serangan mematikan kelompok militan tersebut pada hari Sabtu, 8 Oktober 2023.
Israel berusaha keras untuk menetapkan jumlah pasti sandera yang telah dibawa ke Gaza, tepatnya di pesisir terpencil dengan hampir 2 juta penduduk yang padat di dalam 140 mil persegi, salah satu tempat paling padat penduduknya di dunia.
Letnan Kolonel Richard Hecht, juru bicara internasional militer, mengatakan kepada CNN pada hari Minggu, 9 Oktober 2023, bahwa "puluhan" orang telah ditangkap.
Hal itu kata dia membuat situasi ini menjadi sulit ketika pasukan meluncurkan serangan udara ke Gaza sebagai pembalasan.
Dalam konferensi pers sebelumnya, ia mengatakan bahwa warga sipil, anak-anak, dan nenek-nenek termasuk di antara mereka yang ditawan.
Selain tawanan Israel, ada beberapa warga negara asing yang diyakini menjadi sandera militan.
"Dua warga negara Meksiko, seorang wanita dan seorang pria, diperkirakan telah ditawan oleh Hamas, kata Menteri Luar Negeri Meksiko Alicia Barcena pada hari Minggu.
Setidaknya tiga warga negara Brasil juga dilaporkan hilang, menurut otoritas Brasil.
Baca Juga: Pantes Salah Skincare Mulu, Ternyata Masalah Ada di Kamu yang Salah dalam Perawatan Wajah
Juru Bicara Brigade Al Qassam, sayap bersenjata Hamas, Abu Obaida telah memperingatkan bahwa serangan Israel di Gaza dapat memengaruhi jumlah tawayan yang disandera.
Abu Obaida, mengatakan dalam pesan audio yang direkam pada hari Sabtu bahwa tawanan tersebar di Jalur Gaza.
Letnan Kolonel Jonathan Conricus, juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mengatakan kepada Wolf Blitzer CNN bahwa, peristiwa ini belum pernah terjadi dalam sejarah Israel.
"Begitu banyak warga Israel berada di tangan sebuah organisasi teroris," kata dia.
Sudah lebih dari 17 tahun sejak seorang prajurit Israel ditawan sebagai tawanan perang dalam serangan di wilayah Israel.
Dan Israel tidak pernah melihat infiltrasi semacam ini ke basis militer, kota, dan kibbutz sejak pertempuran kota-kota dalam Perang Kemerdekaan 1948. (*)