Ponorogo.suara.com – Kediaman Isyanto, pengrajin wayang kulit berlapis emas asal Desa Ronowijayan, Kecamatan Babadan, Ponorogo, Jawa Timur tampak tenang dan asri. Isyanto adalah satu-satunya pengerajin wayang kulit berlapis emas di Ponorogo dengan omset puluhan hingga ratusan juta rupiah yang masih Eksis dan menekuni kerajinan wayang yang diperuntukan bagi kolektor.
"Setiap hari saya selalu membuat wayang, bahkan pembeli harus rela antri hingga 3-4 bulan untuk mendapatkan wayang yang diinginkan," ujarnya kepada ponorogo.suara.com, selasa, 21 Februari 2023.
Karakter-karakter wayang buatannya dijual mulai dari harga 7,5 juta rupiah hingga seratus lima puluh juta juta rupiah, tergantung pada tingkat kerumitannya. Dalam penggerjaannya, wayang buatan Isyanto memperhatikan kualitas dan detail mulai dari pemilihan kulit, desain karakter, postur, warna, dan lapisan emasnya.
"Tidak bisa sembarangan, misalnya bagian mata lebih lebar satu milimeter saja sudah tidak proporsional dan harus diganti," katanya.
Meski memiliki daya jual yang tinggi, demi menjaga kelestarian dan keberlangsungan kerajinan wayang khusus kolektor tersebut bukan perkara yang mudah. Isyanto menekankan, dirinya sudah melakukan berbagai cara untuk menarik minat masyarakat agar bersedia menggeluti kerajinan ini. “saya sudah menawarkan, kepada siapapun yang mau belajar dar nol sampai bisa dengan Cuma-Cuma itupun tidak ada yang tertarik”
Isyanto telah menekuni usaha pembuatan wayang berlapis emas khusus untuk kolektor sejak 1997. Pelanggannya tidak hanya berasal dari seluruh Indonesia, tetapi juga sudah merambah pasar international seperti Jerman, Belanda, dan Jepang. Bahkan sebagai seniman yang tinggal jauh dari Ibukota, ia pernah mengikuti pameran dan diundang menjadi pembicara di acara-acara internasional, mulai dari Prancis, Belanda, Amerika Serikat, hingga Australia.