Ponorogo.suara.com – Menjelang berakhirnya masa jabatan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada bulan maret 2023 mendatang, Presiden Joko Widodo menyatakan telah mengantongi sejumlah nama untuk Jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2023-2028. Meskipun begitu, Presiden Jokowi tidak merinci siapa saja nama-nama tersebut.
"Nama-namanya sudah masuk yah," ujar Jokowi di Jakarta pada hari Selasa (21/2/2023).
Namun, beredar kabar bahwa ada tiga calon kuat yang kemungkinan besar akan menggantikan Perry Warjiyo yang masa jabatannya akan berakhir pada bulan Maret 2023 mendatang. Ketiga calon tersebut adalah Sri Mulyani Indrawati, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Penjamin Simpanan (LPS), dan Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Senior BI.
Berikut adalah profil singkat dari ketiga calon kuat Gubernur BI tersebut:
1. Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani Indrawati lahir di Tanjung Karang, Lampung pada tanggal 26 Agustus 1962. Ia menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1986. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di University of Illinois at Urbana Champaign, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science of Policy Economics pada tahun 1990. Selanjutnya, ia memperoleh gelar Ph.D. in Economics pada tahun 1992.
Sri Mulyani Indrawati adalah seorang ahli peneliti di bidang keuangan publik, kebijakan fiskal, dan ekonomi tenaga kerja. Ia terpilih menjadi Executive Director pada International Monetary Fund (IMF) yang mewakili 12 negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group) pada 1 November 2002.
Pada tanggal 21 Oktober 2004, Sri Mulyani Indrawati mendapatkan penugasan pertamanya di Kabinet sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Selanjutnya, pada tanggal 5 Desember 2005, ia dilantik sebagai Menteri Keuangan.
Sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati banyak menorehkan prestasi, seperti menstabilkan ekonomi makro, mempertahankan kebijakan fiskal yang prudent, menurunkan biaya pinjaman dan mengelola utang, serta memberikan kepercayaan pada investor. Reformasi Kementerian Keuangan dilakukannya dengan baik sehingga banyak terjadi perubahan fundamental di Kementerian Keuangan. Sri Mulyani Indrawati dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets Forum pada 18 September 2006 di IMF-World Bank Group Annual Meetings di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008, serta wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan bulan Oktober 2007. Sri Mulyani juga menjadi Menteri Keuangan terbaik untuk tahun 2006 oleh majalah Euromoney.
Di tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia. Kemudian pada 1 Juni 2010 Sri Mulyani Indrawati menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Pada tanggal 27 Juli 2016, Beliau dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Keuangan kembali dalam Kabinet Kerja.
Pada bulan Februari 2018, Sri Mulyani Indrawati terpilih kembali menjadi "Best Minister in the World" pada World Government Summit di Dubai. Masih pada tahun yang sama di bulan Oktober 2018, Global Markets memilihnya menjadi "Finance Minister of the Year - East Asia Pacific".
Tanggal 23 Oktober 2019, Sri Mulyani Indrawati terpilih kembali untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Jabatan ini adalah jabatan Menteri Keuangan keempat kalinya bagi Sri Mulyani pada kabinet yang berbeda.
Pada bulan Oktober 2020, Global Markets memilihnya menjadi "Finance Minister of the Year - East Asia Pacific, merupakan penghargaan atas upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Baca Juga: Geger Temuan Kantong Darah 'HIV' di TPS Junok, PMI Bangkalan Akui Teledor
2. Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa meraih gelar Sarjana dari jurusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan kemudian memperoleh gelar Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
Sebelum menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), beliau pernah menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Selain itu, beliau juga pernah menduduki posisi strategis di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
3. Destry Damayanti
Destry Damayanti lahir di Jakarta pada tahun 1963. Beliau meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan kemudian memperoleh gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Beliau memulai karir sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada tahun 2000-2003, kemudian menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2005-2006, dan Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada tahun 2005-2011. Selanjutnya, beliau menjabat sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada tahun 2011-2015, Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada tahun 2014-2015, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015-2019.
Pada tanggal 29 Juli 2019, Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI No.74/P Tahun 2019 untuk periode 2019-2024, dan mengucapkan sumpah jabatan pada tanggal 7 Agustus 2019.