Ponorogo.suara.com – Ledakan hebat yang merusak sedikitnya 25 rumah serta mengakibatkan 4 orang korban jiwa di Blitar Jawa Timur menarik perhatian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Hermanto. orang nomer satu di Provinsi Jawa Timur tersebut meninjau lokasi rumah pembuat petasan yang hancur berkeping keping di Kecamatan Ponggok, Blitar Jawa Timur.
Warga setempat melaporkan suara ledakan yang sangat keras, hingga berfikir suara tersbut berasal dari Guunung Kelud. Dikutip dari beritajatim.com pada Selasa (21/02/23). Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto menegaskan, bahwa mereka akan terus menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam kasus ledakan tersebut, termasuk korban. Ia bahkan menyatakan bahwa para korban mungkin dapat menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
"Penyelidikan ini masih berlanjut, kita akan melihat apakah ada bahan kimia yang sama dengan bahan baku petasan," kata Irjen Pol Toni Harmanto
Ia menambahkan bahwa hasil uji forensik menunjukkan bahwa ada senyawa kimia yang terkandung dalam bahan baku petasan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap kasus ini menjadi yang terakhir. Ia menyampaikan belasungkawa dan menyayangkan bahwa peristiwa seperti ini masih terjadi di masyarakat.
"Kita masih sering menemukan kasus seperti ini. Saya berharap ini menjadi yang terakhir dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat di seluruh Indonesia, tidak hanya di Blitar dan Jawa Timur," kata Khofifah.
Khofifah juga menekankan perlunya melindungi masyarakat, yang menjadi prioritas utama. Ledakan petasan ini berdampak pada hilangnya nyawa, luka-luka, dan kerusakan rumah.
Ini adalah bencana sosial, dan Khofifah mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga suasana aman, nyaman, dan kondusif.
"Perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas semua pihak, baik kami di Pemprov, Pemkab, maupun seluruh stakeholder lainnya," ujar Khofifah.
"Jangan lakukan hal-hal yang membahayakan. Mohon jaga suasana aman, nyaman, dan kondusif. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir," tambahnya.
Warga setempat melaporkan suara ledakan yang sangat keras, sehingga mereka mengira Gunung Kelud meletus. Kasus ini masih dalam penyelidikan oleh kepolisian. Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto menegaskan bahwa mereka akan terus menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam kasus ledakan tersebut, termasuk korban. Ia bahkan menyatakan bahwa para korban mungkin dapat menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
"Penyelidikan ini masih berlanjut, kita akan melihat apakah ada bahan kimia yang sama dengan bahan baku petasan," kata Irjen Pol Toni Harmanto.