Ponorogo-suara.com – Kondisi putra pengurus GP Anshor, David yang masih koma pada Jumat, 24 Februari 2023 akibat penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy, anak mantan Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, dikabarkan mengalami Diffuse Axonal Injury akibat penganiayaan tersebut. Kini David tengah mendapatkan perawatan intensif di Rumah sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan
Apa Itu Diffuse Axonal Injury (DAI)
Diffuse Axonal Injury (DAI) adalah jenis cedera otak traumatis yang disebabkan oleh kecepatan tinggi atau guncangan keras pada kepala, yang menyebabkan robekan, peradangan, dan kerusakan pada serat saraf di seluruh otak. DAI terjadi ketika gerakan kepala yang tiba-tiba mengakibatkan putusnya serat saraf yang menghubungkan berbagai bagian otak.
Cedera ini seringkali terjadi akibat kecelakaan mobil, kecelakaan olahraga, atau kecelakaan industri yang melibatkan tabrakan atau guncangan yang kuat pada kepala. Tanda dan gejala DAI dapat bervariasi, mulai dari kesulitan kognitif dan gangguan memori hingga koma atau kematian.
DAI sendiri adalah salah satu jenis cedera otak traumatis yang paling parah dan memerlukan perawatan medis segera dan intensif. Terapi dan perawatan medis yang diberikan akan tergantung pada tingkat keparahan cedera dan gejala yang dialami.
Apakah Diffuse Axonal Injury (DAI) Bisa Disembuhkan
Dirangkum dari berbagai sumber, pasien dengan Diffuse Axonal Injury (DAI) kemungkinan untuk sembuh dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan cedera, usia, kesehatan umum pasien, dan bagaimana cepat pasien menerima perawatan medis yang tepat. Dalam beberapa kasus, pasien dapat pulih sepenuhnya dari DAI. Namun, pada kasus yang lebih parah, pasien dapat mengalami gangguan kognitif, kesulitan motorik, dan gangguan memori yang berlangsung lama bahkan secara permanen.
Perawatan medis segera dan intensif sangat penting untuk membantu meningkatkan peluang pasien sembuh. Pasien dengan DAI biasanya akan dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dan akan membutuhkan pemantauan ketat dan perawatan yang terus menerus. Terapi rehabilitasi, seperti fisioterapi, terapi bicara, dan terapi okupasi juga dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien untuk pulih secara penuh atau sebanyak mungkin.
Namun, setiap kasus berbeda-beda dan sulit untuk memprediksi hasil akhir pasien dengan DAI. Penting untuk menghindari cedera kepala serius dengan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, seperti menggunakan sabuk pengaman ketika mengemudi dan menghindari olahraga ekstrim tanpa pelindung kepala yang memadai.
Baca Juga: Ulasan Buku Gagal Cinta Kronis: Kisah tentang Proyek Malaikat yang Unik