ponorogo

Bupati Ponorogo Menarget Stunting menjadi 7 persen. Seperti Apa Langkahnya

Ponorogo Suara.Com
Jum'at, 10 Maret 2023 | 20:22 WIB
Bupati Ponorogo Menarget Stunting menjadi 7 persen. Seperti Apa Langkahnya
Bupati Ponorogo menjelaskan bagaimana menekan angka stunting hingga 7 persen ((ponorogo.suara.com/dedi.s))

Ponorogo.suara.com – Target penurunan angka stunting terus di tingkatkan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. di tahun 2023, Pemkab Ponorogo menarget penurunan hingga menjadi angka 7 persen.

Target ini cukup optimis mengingat di tahun 2022 angka stunting di Ponorogo sudah pada posisi 14,2 persen. Yang dimana artinya dari 100 balita ada 14 orang yang mengalami stunting. 

“Angka ini sebenarnya sudah sesuai target nasional pada 2024. Makanya ini kami targetkan jadi 7 persen 2023 ini,” ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, Jumat (10/3/2023).

Kang Giri mengaku, upaya untuk menekan angka stunting memang melibatkan banyak pihak, Pemkab tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan masyarakat dan organisasi di masyarakat.

“Kami melakukan gotong royong serentak termasuk desa, organisasi masyarakat untuk berpikir bagaimana meningkatkan kualitas generasi ini kan tidak hanya fisiknya saja, tapi juga juga mental juga peradaban dan kemudian karakter dan akhlaknya,” tuturnya.

Menurutnya semua dilibatkan, mulai dari MUI, NU, Muhamadiyah. Mereka diundang untuk bicara konsep bagaimana memperbaiki kualitas generasi penerus. 
“Karena saya sadar suatu ketika kami akan ada gantinya. Maka bayi yang lahir hari ini anak-anak yang sudah balita hari ini tangguh,” ungkapnya

Bagi orang nomer satu di Bumi Reog, Stunting adalah musuh nomer satu yang harus segera dihilangkan agar generasi mendatang bisa menjadi generasi “emas” bagi negeri ini. Oleh sebab itu, Ponorogo menjadi salah satu Kabupaten yang sedang gencar-gencarnya mengatasi stunting.

 “Termasuk Diska (Dispensasi Kawin), ibu-ibu sebelum hamil sudah kami berikan penyuluhan penyuluhan. Untuk diketahui bersama sama dan ke depan 2023 ini 7 persen stunting harus tercapai,” ungkapnya.

Kang Giri menekankan, bahwa desa harus tetap menganggarkan untuk memperbaiki kualitas generasi termasuk stunting juga. Akan tetapi diberi kriteria ini, mana saja yang boleh diberikan seperti tidak manis, tidak kemasan, cari yang paling yang paling bagus, yang tidak mahal sekalipun misalnya, misalnya teri segar.
 

Baca Juga: Contoh Undangan Buka Bersama Formal Pakai Whatsapp, Yuk Simak!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI