Ponorogo.suara.com – Kesenian di Kabupaten Ponorogo terus berkembang, tidak hanya hanya kesenian Reog, di sektor ekonomi kreatif, batik juga mulai ditekuni seniman ponorogo.
Dalam ajang peragaan Batik Bordir Aksesoris Fair Jatim 2023 yang diikuti 31 Kabupaten dan Kota se Jawa Timur di Exhibition Hall Grand City Surabaya. pengrajin Batik Reog Ponorogo yang masih berstatus pelajar SLTA berhasil memboyong juara dua.
Yang menarik, berbeda dengan kabupaten lainnya yang menggunakan Model Profesional untuk memeragakan batik buatan daerah mereka, Batik Ponorogo langsung di peragakan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancaka dan Istrinya Susilowati dalam acara yang masuk kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT) Dekranasda Jawa Timur ke 43 tahun itu
Bupati Ponorogo yang akrab disapa Kang Bupati menuturkan, dalam acara ini dirinya sangat serius mengenalkan batik Reog ponorogo yang dimana, kami sendiri yang harus turun ke panggung.
“Karena kan kami tampil serius. lengkap dengan istri, menggunakan model ya kami sendiri, kemudian yang meragakan ketua Deska Nasda Kabupaten, saya mendampinginya artinya kan ini serius ya. Lalu juri juga harus fair. itu yang kita konteskan batik tingkat SMA yang bagus-bagus.” Ungkapnya, sabtu (11/3/23)
![Kang Bupati Sugiri Sancaka Menunjukan batik reog [ponorogo.suara.com/dedi.s]](https://media.suara.com/suara-partners/ponorogo/thumbs/1200x675/2023/03/11/1-unadjustednonraw-thumb-3d.jpg)
Kang giri manambahkan, Batik Reog Ponorogo meraih juara dua dengan kategori The Best Typical Fashion Of Indonesian From The World dalam ajang itu. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa seni pertunjukan Reog telah mengakar kuat di Kabupaten Ponorogo. Sehingga hal itu menginspirasi para pengrajin batik untuk membuat motif Reog untuk batiknya.
" Dan itu terbukti bisa diterima pasar. Ini menjadi bukti Reog sudah mengakar dan mendarah daging di masyarakat Ponorogo, tidak hanya menjadi identitas daerah namun juga penggerak motor ekonomi kreatif disana," ujarnya.