Ponorogo.suara.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi membuat Kawasan wisata Ngebel, Ponorogo jawa Timur terdampak bencana Longsor di sejumlah titik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Henry Indra Wardhana, menuturkan, sejumlah titik longsor yang menutup akses ke wilayah wisata Ngebel yakni, di titik lingkar telaga Ngebel dan jalan dari Kecamatan Delopo, Madiun menuju telaga Ngebel di Desa Sekodok
di titik lingkar telaga Ngebel, material longsor menutup akses jalan dan diperparah dengan tumbangnya pohon karet yang membuat petugas kesulitan mengevakuasi material longsor.
Sementara itu, di Dukuh Sekodok, Desa Ngebel menyebabkan jalur lalu lintas dari Kecamatan Dolopo menuju Telaga Ngebel terputus akibat tumpahan material longsor
“Ada dua titik longsor yang menuju Telaga Ngebel. Satu titik di Dukuh Sekodok, Desa Ngebel dan Lingkar Telaga Ngebel,” ungkapnya kepada ponorogo.suara.com jejaring media suara.com.
![Henry Indra Wardhana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo [ponorogo.suara.com/dedi.s]](https://media.suara.com/suara-partners/ponorogo/thumbs/1200x675/2023/03/26/1-screen-shot-2023-03-26-at-30112-pm.png)
Dari pantauan ponorogo.suara.com di lokasi kejadian, evakuasi material longsor di lingkar telaga Ngebel membutuhkan waktu cukup panjang, mengingat pohon karet yang ikut roboh bersamaan material longsor berdiameter sangat besar dan membutuhkan kerja ekstra keras untuk memindahkannya dari tengah jalan.
Sementara itu, dari data yang dikeluaran BPBD Kabupaten Ponorogo, tanah longsor juga terjadi di luar Kawasan wisata ngebel. Di Kecamatan Ngrayun, longsor juga menerjang sejumlah rumah milik warga di desa Binade, Desa baosan or dan Desa baosan Kidul.
Dari musibah ini, setidaknya 4 bangunan rumah warga rusak sementara salah satu warga dari desa binande terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah yang cukup parah dan berbahaya untuk ditinggali.
Baca Juga: 4 Fakta Polisi 'Bogem' Polisi Senior di Medan, Kronologi Berawal di ATM