Ponorogo.suara.com - Klub Liga 1 Prancis Nantes memberikan tanggapan terkait kontroversi yang muncul akibat pemain beragama Islam yang "dibuang" ke bangku cadangan karena puasa.
Menurut pihak klub, tindakan tersebut bukanlah hukuman, melainkan bentuk penghormatan. Pemain yang dicoret tersebut adalah bek Jaouen Hadjam, yang ingin mempertahankan puasa Ramadhan.
Liga Prancis melarang pemain makan dan minum di pinggir lapangan untuk berbuka puasa, sementara Liga Inggris memperbolehkan hal tersebut.
Federasi Sepak Bola Prancis mengirim email ke klub-klub yang melarang pemain mengonsumsi makanan dan air di sisi lapangan setelah matahari terbenam.
Nantes memilih untuk mencoret pemain internasional Aljazair Hadjam karena ingin menjalankan puasanya, namun manajer klub, Antoine Kombouare, menyatakan bahwa itu bukanlah hukuman dan dia menghormati pilihan pemain tersebut.
Dilaporkan bahwa Hadjam telah setuju untuk berbuka puasa saat perjalanan tandang, tetapi akan menjalankannya saat bermain di rumah.
"Tidak ada kontroversi. Mereka yang berpuasa, saya mendukung mereka... pada hari pertandingan, Anda seharusnya tidak berpuasa," kata manajer klub, Antoine Kombouare, dikutip dari 90minutes.