Cuaca Panas Picu Kekeringan Parah di Desa Sidoarjo, Kabupaten Ponorogo: Warga Terpaksa Beli Air Untuk Dikonsumsi

Ponorogo

Kamis, 03 Agustus 2023 | 13:39 WIB
Cuaca Panas Picu Kekeringan Parah di Desa Sidoarjo, Kabupaten Ponorogo: Warga Terpaksa Beli Air Untuk Dikonsumsi
Warga mengantri air bersih gratis dari truk tangki (ponorogo.suara.com/dedy.s)

SUARA PONOROGO - Cuaca panas yang terus melanda Kabupaten Ponorogo  telah berdampak serius pada sejumlah daerah di wilayah tersebut. Salah satunya adalah Desa Sidoarjo, terutama Dukuh Sukun di Lingkungan Magersari, yang kini menghadapi masalah kekeringan akut. 

Sebanyak 68 warga di Dukuh Sukun terpaksa harus membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena pasokan air dari sungai utama di desa tersebut mulai merosot akibat kekeringan.

Sumiati, seorang penduduk setempat yang telah tinggal di Desa Sidoarjo selama 20 tahun, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi warga. "Kendalanya sumur kering, mau mandi susah, bikin masak susah. Kecuali ada air isi ulang ini tapi beli," ungkap Sumiati. 

Dia menjelaskan bahwa selama seminggu ini, penduduk di daerah itu harus mengandalkan air sungai untuk mandi dan mencuci, sementara untuk air minum mereka terpaksa membeli air isi ulang.

Ketua RT 4 RW 4, Nurhadi (49), menyoroti dampak buruk dari kekeringan yang semakin parah. 

"Kemarau perkiraan bulan 7 mulai kering, apalagi nanti kalau dari pesanggem yg ada di hutan ini pengelola dilahan2 ini. Semua datang otomatis kita hanya punya satu sumur saja habis gak mencukupi," kata Nurhadi. 

Dengan adanya penambahan populasi penduduk, seperti yang terjadi saat pesanggem datang, pasokan air semakin tidak mencukupi.

Warga Desa Sidoarjo bergantung pada air sungai sebagai sumber air utama mereka. Mereka menggunakan air sungai untuk mencuci dan mandi, sementara untuk minum mereka harus membeli air isi ulang. 

Air sungai ini sebenarnya mengalir setiap hari, namun ada periode ketika aliran air terhenti pada minggu dan senin. Hal ini terkait dengan aliran air irigasi ke desa tetangga, Siman.

baca juga

"Kalau sabtu minggu gak ngalir, otomatis sumur ya juga mati dan habis," tambah Nurhadi.

Keadaan semakin pelik karena daerah ini menerima kedatangan warga dari berbagai tempat di sekitarnya, seperti Ngebel, Pulung Wagir, Ngawi, Slahung, dan Pudak.

Sejarah menunjukkan bahwa banyak penduduk desa ini awalnya bermukim di sini karena mencari pekerjaan. Namun, karena kurangnya lapangan pekerjaan, mereka kemudian membuka lahan untuk bertani dan bahkan membantu pihak perhutanan dalam kegiatan pemanenan daun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Peristiwa Mengkhawatirkan: Dampak Cuaca Kering Memicu Kebakaran Hutan dan Lahan Luas di Ponorogo

Peristiwa Mengkhawatirkan: Dampak Cuaca Kering Memicu Kebakaran Hutan dan Lahan Luas di Ponorogo

Ponorogo | Kamis, 03 Agustus 2023 | 12:53 WIB

Hanya 12 Km dari Polsek, Viral Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk 2 Kali Kena Pungli

Hanya 12 Km dari Polsek, Viral Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk 2 Kali Kena Pungli

Sumut | Kamis, 03 Agustus 2023 | 10:23 WIB

Berjarak 1 Jam dari Kota Medan, Goa Ergendang Tawarkan Wisata Pemandian Air Panas di Bawah Tanah

Berjarak 1 Jam dari Kota Medan, Goa Ergendang Tawarkan Wisata Pemandian Air Panas di Bawah Tanah

Sumut | Kamis, 03 Agustus 2023 | 07:05 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×