ponorogo

Kebakaran Hutan Lindung Ponorogo Mencemaskan: Petugas Kesulitan Pemadaman

Ponorogo Suara.Com
Senin, 14 Agustus 2023 | 17:58 WIB
Kebakaran Hutan Lindung Ponorogo Mencemaskan: Petugas Kesulitan Pemadaman
Petugas memadamkan api yang membakar hutang lindung (ponorogo.suara.com/dedy.s)

SUARA PONOROGO - Kebakaran hebat melanda hutan lindung milik Perum Perhutani di Gunung Kiai Pleret, Desa Biting, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Senin (14/8/23) sore.

Kebakaran ini telah merusak tanaman jati dan alba berusia puluhan tahun, serta mengancam ekosistem yang dilindungi di lereng gunung.

Selain itu, sumber air yang menjadi penopang warga sekitar juga terancam oleh amukan api.

Api dengan cepat menjalar melalui rumput ilalang dan tanaman rimba campur yang menghuni hutan lindung ini.

Tanaman jati dan alba yang telah tumbuh selama lebih dari 20 tahun juga ikut terbakar dalam insiden ini. Namun, upaya pemadaman api menghadapi kendala yang cukup serius.

Kendala terbesar yang dihadapi tim pemadam adalah keterbatasan akses air dan peralatan yang minim.

Kepolisian yang berusaha mengatasi kebakaran ini mengungkapkan bahwa tiupan angin kencang dan medan yang terjal membuat upaya pemadaman menjadi sulit.

"Kendalanya tidak ada air dan peralatan sangat terbatas, kami hanya menggunakan gepyok, batang pohon yang masih memiliki daunnya. Medannya cukup terjal," ungkap AKP Hariyono, Kapolsek Badegan.

Penyebab pasti kebakaran ini masih belum bisa dipastikan oleh polisi. Namun, dampak dari kebakaran ini telah dirasakan oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Edukasi Keselamatan Jalan Raya dan Asuransi Kendaraan, Astra Financial Gelar Car Community Battle di GIIAS 2023

Ekosistem yang terdapat di hutan lindung ini terancam, termasuk berbagai jenis satwa seperti burung merak dan kijang.

Bambang Warsito, Kepala Desa Biting, menyampaikan kekhawatiran akan dampak kebakaran ini

"Dampaknya cukup besar dengan kebakaran, termasuk ekosistem. Ada burung-burung, apalagi ada meraknya, ada kijang, bahkan sumber air warga"

Warga setempat berharap agar pihak terkait, termasuk petugas dari Perum Perhutani, segera turun tangan untuk memadamkan api.

Di tengah musim kemarau seperti ini, mata air dari gunung menjadi sumber utama kebutuhan air bersih bagi warga.

Dengan kondisi habitat yang masih banyak terjaga, langkah cepat dalam memadamkan api akan sangat krusial untuk menjaga ekosistem serta ketersediaan air di daerah ini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI