Suara Ponorogo - Upaya memupuk toleransi dan saling menghormati di Kabupaten Ponorogo terus diperjuangkan sejak usia dini.
Siswa dan siswi dari SMP Katolik Slamet Riyadi Ponorogo baru-baru ini mengunjungi Masjid NU Cabang Ponorogo dalam langkah positif ini, mereka disambut dengan hangat oleh pengurus masjid.
Kunjungan ini melibatkan sembilan siswa kelas VII beserta guru pendampingnya.
Mereka melakukan eksplorasi bangunan Masjid NU Cabang Ponorogo dengan penuh antusiasme.
Kepala SMP Katolik Slamet Riyadi Ponorogo, Kresensiana Vitarini mengungkapkan kegembiraannya atas penerimaan permohonan kunjungan mereka.
Dia menyatakan, "Seminggu yang lalu, kami mengajukan permohonan kunjungan ke Masjid NU Cabang Ponorogo, dan hari ini, pada tanggal 14 September 2023, Puji Tuhan kami diberikan izin oleh pengurus masjid untuk melaksanakan kunjungan ini." terang Kresensiana Vitarini, Kamis (14/9/23)
Kresensiana juga menjelaskan bahwa kunjungan ini tidak hanya dilakukan untuk memenuhi tuntutan kurikulum merdeka dengan tema "Kebhinnekaan Global" dan topik "Pelangi Nusantara," tetapi juga untuk mewujudkan visi sekolah mereka.
Menurutnya, "NU adalah representasi dari Islam yang penuh kasih, Islam yang merangkul, bukan Islam yang memukul. Terlebih lagi, para Romo kami sudah menjalin komunikasi dan silaturahmi yang erat dengan pengurus NU Cabang Ponorogo." jelasnya
Dalam kunjungan yang berkesan ini, para siswa diizinkan untuk berdialog dengan pengurus takmir masjid yang diwakili oleh Imam wahyudi.
Baca Juga: Biodata AKP Andri Gustami: Terancam Dipecat Usai Terlibat Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Imam menjelaskan bahwa Masjid NU Cabang Ponorogo selalu berupaya untuk mengimplementasikan ajaran NU yang mengusung konsep "Islam Rahmatan Lil 'Aalamin."
Oleh karena itu, mereka dengan tulus memberikan sambutan yang hangat kepada para pengunjung.
Imam menambahkan, "Ini adalah pengalaman pertama bagi saya, dan mungkin juga bagi pengurus takmir yang sebelumnya, bahwa saudara-saudara non-Muslim bersedia berkunjung ke Masjid NU Cabang Ponorogo untuk lebih memahami Islam."
Pihak masjid NU berharap bahwa kunjungan ini akan menjadi awal dari kerjasama yang harmonis dalam membangun kebhinekaan global melalui dialog dan pendidikan.
Upaya seperti ini sangat penting dalam memperkuat hubungan antaragama dan mempromosikan pemahaman yang lebih baik di antara masyarakat.
Semoga langkah-langkah seperti ini terus ditingkatkan demi mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif dan toleran di Kabupaten Ponorogo.