ponorogo

Sekolah di Ponorogo Mengubah Limbah Kotoran Sapi yang Biasanya Dibuang ke Sungai Menjadi Pupuk

Ponorogo Suara.Com
Rabu, 13 September 2023 | 22:01 WIB
Sekolah di Ponorogo Mengubah Limbah Kotoran Sapi yang Biasanya Dibuang ke Sungai Menjadi Pupuk
siswa SMK mengolah limbah kotoran sapi (ponorogo.suara.com/dedy.s)

SUARA PONOROGO - Dalam menghadapi permasalahan serius pencemaran sungai akibat pembuangan kotoran hewan sapi, sebuah sekolah swasta di Desa Tambang, Kecamatan Pudak, Ponorogo, Jawa Timur, berinisiatif menciptakan solusi yang inovatif. 

Sekolah tersebut telah mendirikan sebuah fasilitas pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik, sebagai langkah untuk mengurangi dampak pencemaran sungai yang semakin memprihatinkan.

Upaya ini dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan membuang kotoran sapi yang selama ini hanya dibuang ke sungai dengan volume mencapai 100 ton perhari

Wahyu Setiono, seorang siswa SMK 1 Pemda Ponorogo yang juga peternak sapi, mengungkapkan 

"Membuang limbah di sungai itu sudah biasa mas. Karena tidak ada tempatnya untuk membuang limbah” ungkapnya

Menurut data dari pihak sekolah, saat ini terdapat sekitar 10.000 ekor sapi di Kecamatan Pudak, yang setiap hari menghasilkan rata-rata 130 ton kotoran sapi. 

Sayangnya, 70 persennya masih dibuang ke sungai. Namun, dengan fasilitas pengolahan yang telah didirikan, sekolah ini mampu mengolah sekitar 1 hingga 3 ton kotoran sapi menjadi pupuk organik setiap harinya.

Imam Subaweh, Ketua Yayasan SMK 1 Pemda Ponorogo, menjelaskan dampak serius dari pembuangan limbah ke sungai. 

"Memang limbah dibuang ke sungai, di sungai sehingga sampai bermuara di bendungan sana sehingga menimbulkan naiknya humus kolam mengakibatkan naiknya biogas yang akan menyebabkan habitat air bisa mati semuanya" ungkap Imam.

Baca Juga: Klaim Lebih dari 1.000 Pengacara Ikut Melamar, Timnas Pemenangan Anies-Muhaimin Tancap Gas Rancang Tim Hukum

Meskipun langkah ini belum dapat mengatasi seluruh masalah pencemaran sungai, namun setidaknya inisiatif ini dapat mengurangi tingkat pencemaran dan membantu menjaga ekosistem sungai yang semakin terancam. 

Pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran sapi ini juga dijual dengan harga yang terjangkau, yaitu 35 ribu rupiah per zak berisi 25 kg, dan beberapa di antaranya diberikan kepada peternak sapi setempat sebagai bentuk dukungan terhadap solusi yang dijalankan oleh sekolah tersebut.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI