Poptren.suara.com – Deolipa Yumara dibuat kaget lantaran kuasa hukumnya dicabut secara mendadak. Pemberhentian itu ia ketahui dari anak buahnya. Karena hal itu ia menyoroti surat yang dibuat Bharada E secara diketik.
"Saya dapat WA dari anak buah saya, surat pencabutan kuasa. tapi ini surat ini tulisannya diketik," ujar sang pengacara saat diwawancarai di acara Metro TV
Ia curiga kepada surat itu. Sebab, Bharada E sedang ditahan dan situasi tersebut tidak memungkinkan Bharada E mengetik. Tambah lagi, Deolipa tahu bahwa Bharada E lebih menyukai Tulis tangan daripada mengetik.
"Tentunya posisi Eliezer ga mungkin mengetik, dia tahanan. Diketik baru dia tanda tangan. Biasanya Eliezer suka nulis tangan," kata Deolipa.
Sontak, melalui surat tersebut, Deolipa dan Burhanuddin dicopot sebagai Pengacara Bharada E.
Padahal, baik Deolipa dan Burhanuddin telah menunjukkan kinerja yang dinilai membantu membela Bharada E dalam menghadapi kasus kematian Brigadir J yang menyeretnya sebagai tersangka. Deolipa sempat tuai pujian dari Menko Polhukam Mahfud MD.
Berikut fakta kinerja Deolipa Yumara dalam bela Bharada E di kasus Brigadir J.
1. Deolipa hadapi tekanan dalam bela Bharada E
Sosok pengacara bergaya nyentrik tersebut mengaku kerap mendapatkan tekanan hingga teror lantaran jadi kuasa hukum Bharada E. Pasalnya, kasus ini merupakan kasus besar yang melibatkan berbagai petinggi instansi kepolisian.
Kendati dirinya dan Burhanuddin kerap menerima ancaman, ia tetap berpegang kepada kebenaran.
“Tapi kita pengacara berpegang pada kebenaran, pada peraturan UU. Sepanjang yang dijalankan benar, jalan terus,” katanya.
Bersama eks rekan, Burhanuddin, Deolipa tetap melanjutkan perjuangan mereka yang kini harus tandas usai pencopotan kuasa hukum tersebut.
“Jalan terus. Sampaikan ke teman-teman, kami dan Burhanudin akan jalan terus menangani perkara sampai tuntas, seterang-terangnya seperti terangnya matahari di dunia ini,” timpal Deolipa.
2. Berhasil buat Bharada E 'bernyanyi' menyebut adanya pelaku lain
Melalui pendampingan hukum Deolipa, Bharada E dibuat 'bernyanyi' mengungkap kehadiran pelaku lain. Bharada E berani membeberkan fakta menggemparkan tersebut melalui komunikasi yang panjang dengan Deolipa selaku kuasa hukum.
“Kami gak bisa buka ke publik, untuk kepentingan penyidikan. Biarkan penyidik bekerja,” ujar Deolipa.
3. Berkat Deolipa, Bharada E mengaku disuruh atasan
Tak hanya membeberkan adanya pelaku lain, Deolipa juga mewakili Bharada E memberikan pengakuan bahwa dirinya menerima perintah dari sosok 'atasan' untuk menghabisi nyawa Brigadir J.
“Dari klien kami (Bharada E), dia itu sudah mengaku kepada penyidik. Bahwa dia itu, juga ikut melakukannya (pembunuhan), Tetapi, yang dia lakukan itu (pembunuhan), karena dia diperintah,” ungkap Deolipa.
4. Dapat apresiasi dari Menkopolhukam
Kinerja eks pengacara Bharada E tersebut sempat menuai atensi dari Menko Polhukam, Mahfud MD. Bahkan, Mahfud sempat memberikan apresiasi terhadap kinerja Deolipa.
"Kemudian saya juga berharap dan mengapresiasi pengacara Bharada E yang dengan begitu baik mengkomunikasikan apa yang sebenarnya terjadi," kata Mahfud MD dalam konferensi pers, Rabu (10/8/2022).
5. Mahfud MD: Bagus, nyentrik, kayak seniman
Tak berhenti di situ, penampilan Deolipa yang nyentrik juga menarik pujian dari sosok Menko Polhukam. Sebab, Deolipa memiliki gaya rambut bak seniman yang jarang ditemui pada pengacara umumnya.
"Pengacaranya itu Deolipa, itu bagus nyentrik rambutnya panjang kayak seniman, apa adanya ngomongya bangus, masyarakat mengerti, selamat Pak Deo," lanjut Mahfud.
Sumber : suara.com