Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

M. Reza Sulaiman

Senin, 10 Agustus 2026 | 21:07 WIB
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
Ilustrasi tumbuh kembang anak. (Envato Elements)
baca 10 detik
  • PP IDAI dan IDAI Cabang Bali menyelenggarakan Pediatric Science & Health Summit 2026 di Nusa Dua, Bali, untuk membahas solusi klinis kesehatan anak.
  • Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar menegaskan investasi kesehatan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan sangat menentukan kualitas masa depan anak Indonesia.
  • Forum tersebut memfokuskan perhatian pada pentingnya kesehatan saluran cerna, penanganan alergi susu sapi, pencegahan stunting, serta deteksi anemia.

Suara.com - Menjaga kesehatan anak, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) alias golden window, selalu menjadi prioritas utama. Di masa keemasan ini, tahukah Anda bahwa perut anak memegang peranan krusial bagi imunitas dan kecerdasannya?

Saluran cerna bukan sekadar tempat mengolah makanan. Perkembangan ilmu pengetahuan membuktikan adanya gut-brain axis, yakni hubungan erat antara saluran cerna dan fungsi otak. Di dalam perut anak, terdapat sekitar 100 triliun mikrobiota yang secara aktif memengaruhi daya tahan tubuh hingga pematangan kognitif.

Pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak dari University Hospital Brussels, Belgia, Prof. Yvan Vandenplas, MD, Ph.D., menjelaskan bahwa asupan biotik sejak dini sangatlah esensial.

“Mikrobiota usus memainkan peran sentral dalam penyerapan nutrisi, perkembangan sistem imun, hingga pertumbuhan anak. Asupan biotik seperti prebiotik, probiotik, dan sinbiotik dapat membantu mendukung keseimbangan mikrobiota usus sejak awal kehidupan," jelas Prof. Yvan.

Memastikan keseimbangan mikrobiota ini menjadi semakin krusial, khususnya bagi anak yang lahir melalui operasi caesar, mengingat mereka memiliki risiko lebih tinggi mengalami ketidakseimbangan bakteri baik (disbiosis). Sebagai langkah perlindungan, dukungan pencernaan dapat diberikan melalui asupan sinbiotik. Kombinasi spesifik seperti FOS:GOS 1:9 dengan Bifidobacterium breve M16-V terbukti secara klinis mampu membantu memulihkan jumlah bakteri baik di saluran cerna dengan lebih cepat, sekaligus menjaga fondasi imunitas anak agar tidak mudah jatuh sakit.

Beranjak dari pentingnya fondasi pencernaan tersebut, para ahli medis dan pakar kesehatan global terus merumuskan pendekatan klinis komprehensif untuk mengawal tumbuh kembang anak. Berikut adalah empat sorotan utama terkait kesehatan anak yang patut menjadi perhatian kita saat ini:

1. Kolaborasi Global Mengawal Masa Depan Anak

Berbagai tantangan kesehatan yang semakin kompleks tidak bisa diselesaikan secara parsial. Menjawab tantangan tersebut, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) dan IDAI Cabang Bali baru saja menggelar Pediatric Science & Health Summit 2026 di Nusa Dua, Bali. Mengusung tema "Advancing Science for Clinical Excellence", forum berskala internasional ini membedah ragam inovasi dan solusi klinis terkini untuk masa depan anak-anak.

Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) dan IDAI Cabang Bali baru saja menggelar Pediatric Science & Health Summit 2026 di Nusa Dua, Bali. (dok. Istimewa)
Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) dan IDAI Cabang Bali baru saja menggelar Pediatric Science & Health Summit 2026 di Nusa Dua, Bali. (dok. Istimewa)

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD, Ph.D., dalam pidato kuncinya menegaskan pentingnya investasi strategis di periode awal kehidupan. "Periode 1.000 HPK paling menentukan bagi kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan. Proses ini sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi serta kemampuan otak untuk terus berkembang," ujarnya.

baca juga

Senada dengan hal itu, Ketua Umum PP IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), mengingatkan bahwa kemajuan sains harus selalu membawa dampak nyata. Kehadiran para ahli dari berbagai disiplin ilmu di forum ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama mewujudkan pelayanan kesehatan anak yang lebih baik di Indonesia.

2. Penanganan Tepat dan Cepat untuk Alergi Susu Sapi

Isu alergi pada anak tidak boleh dianggap remeh karena keterlambatan diagnosis dapat memperpanjang masa pengobatan dan mengganggu tumbuh kembang. Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K), menyoroti kekeliruan yang masih sering terjadi dalam penanganan Alergi Susu Sapi (ASS).

“Dalam praktik klinis, masih terdapat penggunaan formula partially hydrolyzed (pHF) untuk penanganan alergi protein susu sapi. Padahal, berdasarkan rekomendasi IDAI, pHF tidak direkomendasikan untuk anak yang sudah mengalami alergi susu sapi, namun masih dapat digunakan untuk pencegahan," tegas Prof. Zakiudin.

Mengingat pentingnya penanganan yang tepat sasaran, pemilihan nutrisi bagi anak dengan kondisi alergi susu sapi ringan hingga sedang direkomendasikan untuk menggunakan Extensively Hydrolyzed Formula (eHF) berbasis whey. Formula ini menjadi pilihan utama karena proteinnya telah dipecah sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh anak, dan perbaikan gejalanya umumnya mulai terlihat dalam 10 hingga 12 minggu. Sementara itu, pada kasus alergi berat, formula asam amino (AAF) atau isolat protein soya bisa menjadi alternatif medis yang rasional sesuai dengan anjuran dokter anak.

3. Kejar Tumbuh (Catch-up Growth) Bukan Sekadar Tambah Porsi Makan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Periksa 16 Saksi dari BGN hingga Swasta

Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Periksa 16 Saksi dari BGN hingga Swasta

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 13:33 WIB

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:59 WIB

1.700 Dapur MBG di Daerah Tinggi Stunting Bakal Beroperasi, Papua hingga NTT Jadi Prioritas BGN

1.700 Dapur MBG di Daerah Tinggi Stunting Bakal Beroperasi, Papua hingga NTT Jadi Prioritas BGN

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition

Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Terkini

Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor

Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor

Bogor | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air

Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air

Video | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?

Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:04 WIB

336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan

336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026

Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:58 WIB

Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu

Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu

Banten | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan

Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:50 WIB

BTS World Tour ARIRANG ke Jakarta, Visa Siapkan Akses Eksklusif untuk ARMY

BTS World Tour ARIRANG ke Jakarta, Visa Siapkan Akses Eksklusif untuk ARMY

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:49 WIB

Bukan Barang Mewah, Prilly Latuconsina Hadiahkan 270 Pohon Kopi untuk Omara Esteghlal

Bukan Barang Mewah, Prilly Latuconsina Hadiahkan 270 Pohon Kopi untuk Omara Esteghlal

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:42 WIB

Gubernur Choco: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Sebabkan Kerusakan Signifikan

Gubernur Choco: Gempa Bumi M 7,4 Kolombia Sebabkan Kerusakan Signifikan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:36 WIB

×