Lunturnya Budaya Indonesia Akibat Pengarug Globalisasi

Poptren

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:54 WIB
Lunturnya Budaya Indonesia Akibat Pengarug Globalisasi
Ilustrasi Bendera ((pixabay.com))

Poptren.suara.com - Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas banyak suku dan budaya. Hal tersebut yang menjadikan Indonesia penuh dengan keberagaman. Perbedaan suku, bahasa, makanan khas, kebiasaan, aturan, dan masih banyak lagi. Hal itu semua membuat Indonesia unik dan penuh warna.

Keberagaman dan budayanya menjadi daya tarik bagi orang asing. Banyak dari mereka yang berkunjung sekadar mencari tahu atau belajar budaya kita. Mereka mendapatkan kesan yang baik karena penduduk di Indonesia dikenal dengan orang yang ramah.

Sebagai bentuk tanggapan dari keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia, kita sebagai warga negara seharusnya menjaga dan tetap melestarikan budaya negeri sendiri. Sepatutnya kita bangga terhadap apa yang kita miliki dan berani mengeksplor secara penuh keistimewaan negeri ini. Selain itu, kita harus tetap menjaga dan menaati aturan yang sudah sejak dahulu dilakukan atau dapat disebut sebagai budaya kita. 

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, fenomena-fenomena sosial menunjukkan keadaan yang sebaliknya. Generasi muda yang seharusnya melestarikan dan menjaga budaya malah terkesan tidak mau dan malu akan budaya sendiri. Sebagai contoh di antaranya banyak generasi muda yang memakai pakaian tidak senonoh dan juga hidup dengan gaya barat. Hal tersebut terjadi karena pengaruh globalisasi yang memungkinkan semua orang untuk mengakses dunia secara lebih luas dan berakibat pada peniruan kebudayaan yang tidak sesuai dengan budaya asal kita.

Penduduk Indonesia memiliki ciri khas gotong royong dan kebersamaan. Namun, hal tersebut dewasa ini sudah mulai luntur. Semula gotong royong menjadi hal yang sering terjadi, tetapi kini beralih menjadi individualis, masyarakat lebih memilih diam menyendiri dan fokus pada dirinya sendiri tanpa menggubris orang lain. Sebenarnya globalisasi sendiri mempunyai banyak efek positif jika kita bijak menanggapinya. Namun, jika kita selalu menerima pengaruh dari luar tanpa menyaring terlebih dahulu justru hal itu dapat menjadi boomerang bagi kita.

Oleh karena itu, seharusnya kita sebagai warga negara yang baik harus secara bijak dalam menanggapi kemajuan zaman atau globalisasi yang tidak mungkin kita hindari. Tetap berpegang teguh dan menjaga budaya kita agar tetap lestari karena bagaimanapun budaya adalah harta yang sangat berharga bagi kita sebagai warga negara Indonesia.

Sumber : Yoursay.id

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pekan Ini Kapitalisasi Pasar Bursa Tembus Rp 9,3 Triliun

Pekan Ini Kapitalisasi Pasar Bursa Tembus Rp 9,3 Triliun

Bisnis | Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:19 WIB

40 Ucapan Selamat HUT RI 2022, Share di FB, IG dan WA saat Hari Kemerdekaan RI ke-77

40 Ucapan Selamat HUT RI 2022, Share di FB, IG dan WA saat Hari Kemerdekaan RI ke-77

Tangsel | Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:21 WIB

Beli Tiket Allgorhythm Fest Pakai Pospay, Dapat Diskon!

Beli Tiket Allgorhythm Fest Pakai Pospay, Dapat Diskon!

Bisnis | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 22:09 WIB

Terkini

Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing

Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik

Penjualan Geely Group Melonjak Drastis di GIIAS 2026 Melalui Dominasi Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer

Jalani Tes Calon Hakim Tipikor MA, Letkol Sudiyo Janji Bawa Budaya Peradilan Militer

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Lawan Patriarki! 5 Novel Populer Ini Berisi tentang Kritik Feminisme

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05 WIB

Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan

Dari Sampah Jadi Berkah: Kisah Armawati Gerakan Perubahan

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga

Review Di Tanah Lada: Cerita Anak dan Kekerasan dalam Keluarga

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya

Skin Tint Somethinc Apa Cocok untuk Kulit Sawo Matang? Ini 12 Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:59 WIB

El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?

El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren

Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:49 WIB

4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati

4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:48 WIB

×