Poptren.suara.com - Jamur secara umum memiliki nutrisi baik dan kandungan protein yang tinggi. Jumlah jamur yang bisa dan boleh dikonsumsi juga banyak. Apabila dilihat dari manfaatnya, jamur dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yakni :
- jamur yang bisa dimakan;
- jamur untuk pengobatan;
- jamur beracun.
Biasanya, jamur dikatakan layak dikonsumsi apabila kandungan lemaknya rendah tapi kandungan kalorinya tinggi. Di Indonesia jamur umum dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Beberapa daerah Indonesia jenis jamur yang bisa dimakan sering diolah menjadi santapan.
Dari sudut pandang bisnis, budidaya jamur punya nilai ekonomis tinggi. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Korea, Cina, dan Timur Tengah menjadi pasar ekspor yang sangat potensial. Produksi jamur di Indonesia masih sangat rendah meskipun potensinya luar biasa.
Mengutip dari laman Direktorat Jendral Hortikultura Kementrian Pertanian, pada tahun 2019 tercatat produksi jamur sebanyak 33.163 ton.
Pada buku Ensiklopedia Dunia Fungi tertulis jamur merupakan heterotrof, mendapatkan makanan dari organisme lain maupun dari organisme yang sudah mati. Jamur akan bertahan hidup dengan cara saprofit, parsait, dan simbiotik, untuk mendapatkan sumber makanan.
Jamur atau disebut juga fungi, merupakan makhluk hidup yang tidak memiliki klorofil. Sehingga mereka tidak bisa berfotosintesis layaknya tumbuhan pada umumnya.
Baca Juga: Peneliti Temukan Hampir Setiap Kanker Mengandung Jamur Unik, Bikin Jadi Ganas?
Pada buku Panduan Lengkap Jamur dituliskan ada jenis yang sudah tidak asing di telinga masyarakat contohnya jamur tiram serta jamur kuping. Ada juga beberapa jenis jamur yang bisa dimakan dan bergizi tinggi, yaitu :
1. Jamur Cremini
Merupakan varietas jamur kancing yang sering diolah menjadi hidangan sup atau makanan berkuah lainnya. Jamur ini adalah jenis jamur yang bisa dimakan. Berwarna coklat dan teksturnya kuat. Salah satu yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi karena rendah kalori dan lemak.
2. Jamur Kancing Putih
Sering dijumpai di supermarket ataupun pasar tradisional. Berwarna putih dengan tekstur lembut. Jamur ini mengandung vitamin B2, B3 dan B5 juga kaya akan kandungan lain seperti selenium, tembaga, kalium, dan fosfor.
3. Jamur Enoki
Salah satu jenis jamur yang bisa dimakan serta punya kandungan gizi melimpah. Berukuran kecil dengan topi putih mengkilap yang menempel pada batang tipisnya. Jamur ini dimanfaatkan sebagai bahan campuran untuk hidangan tumis dan sup. Dengan kandungan mineral penting bagi tubuh seperti zat besi, fosfor, natrium, magnesium dan kalsium.
4. Jamur Shiitake
Berasal dari Asia Timur dan 83 % di antaranya tumbuh dengan baik di Jepang. Dengan kandungan vitamin, mineral, dan senyawa yang meningkatkan kesehatan. Jika diolah dengan benar, jamur ini memiliki rasa yang lebih kuat dengan tekstur kenyal bila disantap. Jamur shiitake dianggap dapat melindungi dari kanker, peradangan dan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
5. Jamur Morel
Merupakan jamur termahal di dunia dan paling sulit didapatkan karena hanya tumbuh di daerah beriklim ekstrim. Umumnya ditemukan di dataran tinggi hutan-hutan di negara China, Amerika Utara, India, Turki dan Pakistan. Akan tetapi, ada satu jenis morel yang tumbuh di Indonesia. Jamur ini berasal dari spesies Morchella crassipes.
6. Jamur Truffle
Salah satu jenis jamur yang kandungan nutrisinya tinggi. Juga terdapat protein, serat, dan asam lemak jenuh dan tidak jenuh, vitamin C, dan fosfor. Jamur ini pun bermanfaat bagi kesehatan tubuh.