Alat Kesehatan Buatan Lokal Masih Jarang Digunakan di Indonesia, Kemenkes Ungkap Alasannya

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 04 Oktober 2022 | 22:05 WIB
Alat Kesehatan Buatan Lokal Masih Jarang Digunakan di Indonesia, Kemenkes Ungkap Alasannya
Ilustrasi alat kesehatan. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia tidak hanya berhadapan dengan bahan baku obat impor, tapi juga alat kesehatan atau alkes impor. Inilah sebabnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) fokus mendorong penggunaan alkes lokal atau alat kesehatan dalam negeri.

Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alkes Kemenkes RI, Sodikin Sadek mengungkap beberapa alkes yang banyak dicari atau tinggi peminatnya di Indonesia seperti ring jantung atau stent jantung, CT scan, atau MRI.

Ketiga alkes ini, kata Sodikin salah satu contoh kategori high risk dan high teknologi yang belum dibuat di Indonesia, padahal permintaannya tinggi karena sakit jantung sebabkan kematian tertinggi di Tanah Air.

"Nah, yang baru diproduksi di dalam negeri ini adalah yang low risk, dan yang low teknologi, padahal alkes yang banyak dibutuhkan yang high risk yang high teknologi," ujar Sodikin dalam acara MoU Gakeslab Indonesia dan Surveyor Indonesia di Mercure, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2022).

Permasalahan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN alkes ini juga berhadapan dengan belum terbiasanya tenaga kesehatan di rumah sakit menggunakan produk alkes dalam negeri. Inilah kata Santoso, produsen alkes dan distributor diminta memberi kesempatan pengguna atau rumah sakit boleh mencoba dulu sebelum membeli alias periode trial.

"Maka kita terus gencar, dari user di rumah sakit untuk terus coba produk alkes dalam negeri, saya minta produsen dan distributor, sebelum dicoba dulu deh sebulan untuk lihat performanya," jelas Sodikin.

Dapat berbagai masukan ini dari Kemenkes, Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alkeslab dan laboratorium Indonesia atau Gakeslab Indonesia bekerjasama dengan Surveyor Indonesia, untuk percepatan kemandirian alkes Indonesia.

MoU atau perjanjian ini sesuai dengan sertifikasi TKDN Alkes, dan keluarnya Peraturan Menteri Perindustrian No. 31 Tahun 2022.

Sehingga Gakeslab dan Surveyor Indonesia tegaskan akan terus memberi pelatihan bagi 114 anggota Gakeslab untuk mempersiapkan diri memasuki proses sertifikasi TKDN, untuk produsen semua jenis alkes.

baca juga

Sertifikasi TKDN adalah batasan penggunaan komponen impor dalam persentase tertentu yang diatur oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian.

Meski begitu, Sekretaris Jenderal Gakeslab Indonesia, dr. Randy H. Teguh mengatakan upaya mempercepat sertifikasi TKDN alkes masih lambat karena terbatasnya kapasitas lembaga survei.

Salah satunya lembaga survei yang belum melakukan sertifikasi produk alkes dalam negeri, karena apabila produk alkes dalam negeri belum dapat sertifikasi, maka sulit untuk mendapatkan prioritas dibeli oleh pengguna dalam hal ini rumah sakit.

Adapun batasan sertifikasi TKDN, harus memiliki nilai minimum 25 persen untuk bisa diserap oleh pasar dan jadi substitusi atau produk pengganti alkes impor.

“Bila tidak, maka produk alkes dalam negeri tersebut akan mengalami nasib serupa dengan produk impor, yaitu tidak diprioritaskan untuk dibeli oleh fasilitas kesehatan pemerintah,” tutup Randy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

Imunisasi Anak Menurun Usai Pandemi, Kemenkes Soroti Kekhawatiran Efek Samping dan Hoaks

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Kemenkes Ungkap Fakta di Balik Foto Viral Menkes Budi Gunadi Pakai Tabung Oksigen

Kemenkes Ungkap Fakta di Balik Foto Viral Menkes Budi Gunadi Pakai Tabung Oksigen

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla

Kemenkes RI Temukan Lebih dari 75 Ribu Balita Alami ISPA di Daerah Terdampak Karhutla

Health | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Karhutla Picu 333 Ribu Kasus ISPA! 75 Ribu di Antaranya Serang Anak di Bawah 5 Tahun

Karhutla Picu 333 Ribu Kasus ISPA! 75 Ribu di Antaranya Serang Anak di Bawah 5 Tahun

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 10:26 WIB

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Warga Terdampak Kabut Asap Bisa Berobat Murah, Pemerintah Turun Tangan tapi Itu di Singapura

Warga Terdampak Kabut Asap Bisa Berobat Murah, Pemerintah Turun Tangan tapi Itu di Singapura

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

Biayanya Capai Rp 1,2 M, Kemenkes Upayakan Transplantasi Sumsum Tulang Ditanggung JKN

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Terkini

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

×