poptren.suara.com - Komedian Anwar Sanjaya kini telah dikenal oleh banyak orang. Selain menjadi seorang Komedian Anwar pun kini telah menjadi pembaca acara-acara populer di Indonesia.
Anwar Sanjaya terkenal sejak mengikuti ajang pencarian bakat memasak Indonesia atau Master Chef Indonesia.
Berkat tingkah kocaknya Anwar kini ia sukses mengisi beberapa program acara televisi.
Dibalik kesuksesannya Anwar, rupanya ia banyak sekali mengalami kisah mengharukan dan banting tulang dalam mencari uang.
Anwar mengatakan dirinya pernah menjadi sales dan bahkan pernah sampai diludahi orang tak dikenal saat bekerja.
"Padahal dulu gue itu dulu sebelum Masterchef itu, gue pernah jadi MC pegang pampers dari Mall ke Mall, itu gue enggak pernah cerita ke siapa-siapa. Aku pernah diludahin orang. Sumpah diludahin orang tahu," ujar Anwar Sanjaya dilansir dari AP Entertainment, Selasa (4/10/2022).
Ia selalu mengingat perjuangannya ketika menjadi sales di Mall Mangga Dua. Ia rela bekerja dalam waktu yang cukup lama dari pagi hingga malam walaupun bayarannya hanya sebesar Rp 300 ribu karena harus dipotong agency yang memberi dia pekerjaan.
"Waktu itu dibayar 500 (ribu), tapi 200 (ribu) dipotong agency. Kerjanya dari pagi, dari buka Mall jam 7 sampai jam 12 malam. Makanya, gue ingat banget ini kan ada Mall Mangga Dua, terus ada Carrefour. Nah, gue pernah ada di situ selama dua bulan," ujarnya.
![Anwar bab [Instagram/anwar_bab]](https://media.suara.com/suara-partners/poptren/thumbs/1200x675/2022/10/06/1-anwar-bab.png)
Anwar yang memiliki kepribadian yang heboh membuat orang yang tidak dikenal merasa risih dan meludahinya, ia dibilang terlalu berisik lalu orang yang dikenalnya tersebut langsung meludahinya.
Baca Juga: Hari Ini! Rizky Billar Akan Diperiksa Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan
"Dagang pampers, softex gitu kan. Tapi, bukan karyawan, aku itu dipanggil sama agency namanya MC event. Terus, gue dagang nyerocos aja terus 'ayo beli ayo beli'. Terus, ada orang lewat gini 'berisik amat sih lu, cuihh' diludahin gue," ucap Anwar lagi
Meskipun demikian Anwar harus tetap professional, dia sempat sedih dan menangis sebentar lalu melanjutkan pekerjaannya lagi.
Proses kehidupan yang Anwar alami tak akan pernah ia lupakan, ia pun mengaku terpaksa bekerja menjadi sales demi mendapatkann uang tambahan sebari kuliah.