Poptren.suara.com - Kemunculan subvarian baru Omicron XBB mengancam Singapura. Subvarian itu diprediksi akan menimbulkan lonjakan kasus COVID-19, seperti yang dituturkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura (MOH). Kasus ini melonjak mencapai hampir 15 ribu, dan diperkirakan terjadi pada pertengahan bulan November.
Prediksi tersebut didasarkan pada data ketika Singapura mampu melewati beberapa gelombang COVID-19 sebelumnya. Namun MOH yakin kemampuan sistem kesehatan serta pengalaman penanganan mereka mampu mengatasi lonjakan kasus akibat XBB.
MOH juga menegaskan kebijakan seperti wajib masker, vaksinasi hingga perizinan makan di restoran hanya bagi yang sudah divaksin lengkap kembali berlaku setelah mencabut kebijakaan tersebut pada 10 Oktober 2022.
Langkah lain yang dilakukan adalah meminta warga yang meskipun tidak sakit keras untuk tidak dirawat di rumah sakit. Disediakan pula 200 tempat tidur tambahan untuk pasien COVID-19.
Dikutip dari laman The Strait Times, MOH : "Mulai dua pekan mendatang rumah sakit umum akan mengoperasikan 800 tempat tidur untuk pasien COVID-19. Kapasitas perawatan COVID-19 juga akan ditingkatkan,".
Sementara itu Ong Ye Kung, menteri kesehatan di Singapura menuturkan : "Ini mungkin akan jadi gelombang pendek dan tajam karena XBB. Tapi, kontribusi untuk kembali terinfeksi tidak kecil,".
Bulan November diprediksi akan menjadi puncak dari kasus ini. MOH pun meminta agar lansia serta warga rentan penyakit mulai memakai masker, terutama diluar ruangan atau luar rumah. Serta apabila warga yang punya kondisi kesehatan darurat, diminta untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.
Perusahaan juga diimbau untuk melakukan work from home. Sedangkan warga yang terkena flu ringan didorong berkomunikasi dengan dokter melalui daring.
MOH menerima data bahwa kini subvarian Omicron XBB sudah menjadi paling dominan di Negeri Singapura, dengan nama BA.2.10. Berdasarkan data dari tanggal tiga hingga sembilan Oktober 2022, 54 persen kasus lokal di Singapura adalah XBB.
Baca Juga: Kasus Sub-varian Omicron XBB Merebak di Singapura, MPR Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk
Virus ini pertama kali terdeteksi pada bulan Agustus 2022, dan kini telah menyebar di kurang lebih 17 negara seperti Australia, Denmark, India hingga Jepang. MOH menuturkan, meskipun belum ada bukti XBB bisa menimbulkan gejala berat namun XBB dapat menular ke orang yang sudah terinfeksi corona.
Hati-hati ya, kamu.