Perlukah Perempuan Lakukan Deteksi Dini Kanker Payudara?

Poptren

Kamis, 20 Oktober 2022 | 08:40 WIB
Perlukah Perempuan Lakukan Deteksi Dini Kanker Payudara?
Ilustrasi pemeriksaan payudara (Freepik)

Poptren.suara.com - Kaum perempuan sering dibuat cemas sekaligus khawatir ketika menemui benjolan di area payudara mereka, dan berpikir itu adalah kanker payudara. Padahal tidak semua benjolan bisa langsung dikaitkan dengan kanker. Tapi tidak ada salahnya memeriksakan payudara secara rutin bila merasa perlu sekaligus mendeteksi apakah ada gejala yang merujuk ke kanker payudara.

Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk, M.Epid, MARS, seorang dokter spesialis bedah onkologi, menjelaskan bahwa ada ciri-ciri benjolan pada area payudara yang harus diwaspadai pada saat melakukan pemeriksaan payudara.

Sonar : "Ciri benjolan yang harus diwaspadai adalah benjolan yang terus membesar dan dalam perabaan batasnya tidak jelas,".

Ia mencontohkan permukaan yang batasnya jelas serupa dengan meraba kelereng. Sedangkan benjolan yang batasnya tidak jelas, permukaannya bergerigi seperti meraba rambutan.

Waspada bagi perempuan yang menemukan cairan yang keluar dari puting dan timbul benjolan di tempat lain, seperti di ketiak.

Sonar : "Sebetulnya (kalau teraba) berarti sudah lebih dari 1-2 cm karena tangan kita tidak sensitif untuk merasakan (benjolan) kurang dari 1 cm,".

Lanjut Sonar : "Karena tangan tidak sensitif, kalau tidak biasa baru 2 cm bisa teraba. Karena kanker payudara stadium 1 kurang dari 1 cm, kalau bisa lebih kecil dari itu (ditemukan) lebih bagus,".

Dirinya mengimbau masyarakat untuk aktif mendeteksi dini kanker payudara agar bila ada gangguan bisa segera ditangani. Meski kanker payudara lebih berisiko pada perempuan yang sudah berumur dan ditemukan rata-rata pada usia 40-45 tahun, namun teknik pemeriksaan payudara sendiri juga sebaiknya diketahui sejak remaja.

Perempuan juga bisa memeriksa payudara secara klinis dengan bantuan tenaga medis. Dan pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan dengan USG atau ultrasonografi. Disarankan dilakukan satu hingga dua kali dalam setahun.

baca juga

Alat skrining utama yang sangat sensitif dalam mendeteksi adalah mammografi atau mammogram Ditujukan untuk orang berusia 40 tahun ke atas. Meskipun tidak ada kelainan atau keluhan tapi skrining dengan mammografi disarankan secara rutin sekali per setahun atau per dua tahun.

Sonar berpendapat mammogram digunakan dan diutamakan untuk perempuan dengan usia diatas 40 tahun. Karena ketika usia masih di bawah 40 tahun jaringan payudara masih terlihat padat sehingga lebih sulit mendeteksi dengan alat tersebut.

Sonar juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan menghindari makanan berlemak yang mempengaruhi hormon. Karena faktor tersebut yang erat dengan kanker payudara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akses Layanan Onkologi dan Kedokteran Nuklir di Indonesia Makin Berkembang Untuk Pasien Kanker

Akses Layanan Onkologi dan Kedokteran Nuklir di Indonesia Makin Berkembang Untuk Pasien Kanker

Health | Rabu, 19 Oktober 2022 | 15:55 WIB

Mencegah Kanker, Ini Manfaat dari Daun Sirih Cina

Mencegah Kanker, Ini Manfaat dari Daun Sirih Cina

Purwokerto | Minggu, 16 Oktober 2022 | 18:30 WIB

Terkini

Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris

Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:39 WIB

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:38 WIB

Kronologi Kasus Dugaan Bagi-Bagi Uang BEM FH UBK Setelah Bertemu Wapres Gibran

Kronologi Kasus Dugaan Bagi-Bagi Uang BEM FH UBK Setelah Bertemu Wapres Gibran

Video | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:38 WIB

Pertama dalam 16 Tahun, Timnas Indonesia Gagal Tampil di Asian Games, Kok Bisa?

Pertama dalam 16 Tahun, Timnas Indonesia Gagal Tampil di Asian Games, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:37 WIB

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta

New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta

Otomotif | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:35 WIB

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:33 WIB

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:32 WIB

Sinopsis Tokyo Middle 30, Drama Jepang yang Dibintangi Riisa Naka

Sinopsis Tokyo Middle 30, Drama Jepang yang Dibintangi Riisa Naka

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:32 WIB