Poptren.suara.com - Kadar kolestrol tinggi umum ditemukan dalam darah. Kadar kolestrol yang tinggi memiliki tanda-tanda yang bisa ditumukan di kulit. Kolestrol adalah lemak yang menumpuk di arteri sehingga mempersempit dan menghambat aliran darah menuju jantung. Alhasil penyakit jantung hingga stroke tidak bisa dihindari.
Kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala, kecuali jika mengarah pada komplikasi yang membuat kolesterol tinggi kerap tak terdeteksi. Bila kolestrol tinggi, terkadang menyebabkan perubahan kulit. Misalnya kumpulan benjolan yang tak bisa dijelaskan, bercak kulit kekuningan lembut, atau perubahan warna pada ekstremitas.
Apabila muncul gejala seperti yang disebutkan, artinya seseorang harus sesegera mungkin memeriksakan diri ke dokter guna mengontrol kadarnya.
Pengaruh kolestrol pada kulit karena banyaknya penumpukan lemak dibawah kulit yang menyebabkan ruam berupa benjolan warna oranye atau kekuningan. Selain itu kolestrol juga bisa menyumbat pembuluh darah kapiler yang memasok oksigen ke kulit. Akibatnya permukaan kulit bisa berubah warna atau muncul kondisi seperti psoriasis. Psoriasis adalah kondisi di mana sel-sel kulit menumpuk dan membentuk sisik dan bercak-bercak yang gatal dan kering.
Kolesterol tinggi yang mengarah pada kondisi lebih serius disebut emboli kolesterol yang terjadi ketika kristal plak kolesterol pecah dan menyumbat pembuluh darah atau arteri. Akibatnya tercipta borok atau komplikasi lain pada kulit.
Cara atasi masalah kulit yang berhubungan dengan kolestrol dengan mengidentifikasi kondisinya. Lalu obati penyebab yang mendasarinya, sambil kelola kadar trigliseridanya.
Sejumlah laman kesehatan membagi tingkat dan jenis kondisi kulit yang disebabkan kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi. Pembagian dilihat dari yang paling umum yaitu :
1. Xanthoma
Ini merupakan timbunan lemakyang biasanya mempengaruhi kulit, jaringan bawah kulit, dan tendon.
Baca Juga: Makan Jenis Kacang Ini Kata dr.Zaidul Akbar Jaga Kesehatan Jantung dan Turunkan Kolestrol Tinggi
2. Psoriasis
Ini adalah kondisi kulit meradang yang menyebabkan bercak merah dan gatal karena pergantian sel kulit yang luar biasa cepat. Merupakan salah satu gangguan autoimun kronis yang berakibat peradangan di tubuh, sehingga berpengaruh pada pembuluh darah dan berisiko serangan jantung.
Sebuah penelitan pada tahun 2017, yang meski belum yakin apa sumber penyebabnya, mengungkapkan hubungan psoriasis dan kadar kolesterol tinggi, yang apabila seseorang menderita psoriasis, disarankan untuk memeriksakan kadar kolesterol dan trigliserida.
3. Emboli kolesterol
Ini bisa terjadi ketika kristal yang terdiri dari kolesterol dan zat lain, lepas dari plak di salah satu arteri besar. Emboli kolestrol kemudian berpindah melalui sistem peredaran darah sebelum bersarang di arteri atau pembuluh darah yang lebih kecil.
Akibatnya aliran darah menuju arteri terhalang, maka akan menyebabkan kerusakan hingga timbul beberapa gejala pada kulit.