Poptren.suara.com - Maraknya perselingkungan belakangan ini tentu membuat miris dan memberikan pelajaran bagi para pasangan untuk lebih mengatur komunikasi secara baik.
Kita tentu masih ingat peristiwa heboh yang melibatkan perselingkuhan antara menantu dan mertua, atau sering tayangnya pemberitaan digerebeknya pasangan selingkuh di hotel.
Jika dilihat dari beragam kasus di atas, banyak yang menafsirkan bahwa perselingkuhan didasari atas kebutuhan seks, atau ketidakpuasan antara suami dan istri soal seks.
Ternyata selama ini banyak yang salah. Perselingkungan pada dasarnya bukan didasari atas kebutuhan seks yang membosankan atau durasi seks yang cepat, dan seterusnya. Tapi lebih kepada bagaimana membangun komunikasi pasangan yang ideal.
Hal itu dikatakan Dokter Boyke Dian Nugraha yang mengatakan bahwa perselingkungan bukan di dasari atas kebutuhan seks, tapi lebih kepada komunikasi.
"Perselingkuhan itu ternyata bukan soal masalah seks, tapi pada masalah komunikasi. Komunikasi yang tidak nyambung antara suami dan istri. Padahal mereka telah menikah bertahun-tahun," demikian jelasnya pada Merry Riana, dalam kanal Youtube Merry Riana, seperti dikutip Poptren, Rabu (15/2/2023).
Perselingkuhan sering kali dianggap sebagai masalah moral dan sosial yang serius. Selain menimbulkan kepercayaan dan komunikasi yang buruk antara pasangan, perselingkuhan juga dapat memicu perasaan sakit hati, rasa malu, dan bahkan masalah kesehatan mental.
Perselingkuhan juga dapat berdampak buruk pada anak-anak yang terlibat, terutama jika perselingkuhan berdampak pada perceraian atau kehancuran keluarga.
Untuk mengatasi masalah perselingkuhan, penting bagi pasangan untuk berkomunikasi dengan jujur dan terbuka tentang perasaan mereka dan menemukan cara untuk memperbaiki hubungan mereka.
Baca Juga: 5 Artis Indonesia yang Terindikasi Punya Perilaku Seks Menyimpang, Nomer 1 Trending Topik
Terkadang pasangan dapat membutuhkan bantuan dari konselor atau terapis untuk membantu mengatasi masalah perselingkuhan.
Pencegahan perselingkuhan juga dapat dilakukan dengan cara seperti meningkatkan komunikasi dan keintiman dengan pasangan, membangun rasa saling percaya, menetapkan batasan dan aturan dalam hubungan, dan menemukan cara untuk memenuhi kebutuhan emosional dan seksual bersama-sama.
Namun, ketika perselingkuhan terjadi dan tidak dapat diperbaiki, pasangan dapat memilih untuk berpisah atau mengakhiri hubungan mereka.
Terlepas dari apa yang dipilih pasangan, penting untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka dan memperbaiki keadaan untuk memperbaiki kesalahan mereka dan mencegah terjadinya perselingkuhan di masa depan.