Lalu, bagaimana masa depan Kecerdasan Buatan (AI) di Rumah Pintar?
Tren yang meningkat dari rumah hunian menjadi "rumah pintar" ini, menurut para ahli akan melampaui 300 juta rumah pada tahun 2023. Dengan pertumbuhan pasar smarthome, ancaman keamanan baru diperkirakan akan meningkat.
Perangkat yang terhubung secara nirkabel lebih rentan terhadap serangan siber. Oleh karena itu, melindungi perangkat yang terhubung dari ancaman dan kerentanan keamanan sangat penting untuk mendapatkan kepercayaan dari pemilik rumah dan meningkatkan penjualan perangkat rumah pintar.
Sebagai contoh, pada tahun 2016, Mirai IoT botnet mengambil alih kendali atas beberapa perangkat smarthome, seperti kamera keamanan, router, dan pemantau kualitas udara. Hal ini memengaruhi hampir 600.000 perangkat di seluruh dunia, yang mengakibatkan pengalihan lalu lintas web dalam jumlah besar dan penangguhan layanan untuk situs web, seperti Twitter dan Netflix.
Sementara itu ada beberapa kasus di mana perangkat diaktifkan ketika tidak diperlukan dan manusia diminta untuk campur tangan dan membuat keputusan atau memperbaiki kesalahan. Agar kecerdasan buatan dapat digunakan di mana-mana, sistem generasi saat ini harus berfungsi tanpa campur tangan manusia.