Poptren.suara.com - Masih banyak ditemukan orang-orang yang malas jika membahas masalah dana pensiun. Ada rasa tidak tenang dan tidak nyaman yang dirasakan. Padahal bisa saja orang-orang tersebut berada di lingkungan yang biasa disebut sandwich generation, atau generasi yang hidupnya berada di tengah-tengah, alias menanggung biaya hidup orang tua, biaya hidup diri sendiri, bahkan yang sudah menikah menanggung biaya hidup pasangan dan anak.
Tentu tidak ada yang ingin berada di posisi tersebut. Maka dari itu, menyiapkan dana pensiun sedini mungkin adalah salah satu upaya agar nantinya bisa hidup mandiri saat pensiun, tidak menjadi beban bagi anak-anak yang juga telah berkeluarga.
Lalu, langkah apa yang bisa diambil, terutama untuk yang masih lajang ? Pertama, siapkan dana darurat mulai sekarang, lalu langkah kedua, sisihkan 15% dari penghasilan untuk tabungan. Selain itu, atur pos pengeluaran biaya hidup sebesar 50% dari penghasilan bulanan, terakhir, cari peluang dan perbesar kapasitas diri agar menambah keahlian.
Bagiamana dengan yang sudah berkeluarga, atau yang usianya 40 tahun dan belum menyiapkan dana pensiun ? Pernah dengar kalimat, 'lebih baik terlambat daripada tidak melangkah sama sekali' ? Mungkin kalimat tersebut cocok bagi mereka yang berusia 40 tahun dan belum menyiapakan dana pensiun. Maka, langkah yang bisa diambil adalah :
- pastikan memiliki dana darurat dan proteksi
- sisihkan 20 hingga 30% penghasilan bulanan dan penghasilan tahunan
- upayakan tidak ada utang konsumtif
- seimbangkan untuk penghasilan aktif dan pasif
- rencanakan kegiatan yang akan dilakukan setelah usia 55 tahun.
Baca Juga: Memajukan Sistem Jaminan Pensiun Di Indonesia
Menurut Eko Endarto, perencana keuangan Finansial Consulting, mengatakan bahwa dalam menyiapkan dana pensiun hal utama yang perlu diketahui adalah harus tahu target waktu pensiun, berapa kebutuhan saat pensiun nanti dan alat apa yang akan dipakai untuk mencapainya.
Seseorang yang saat ini baru saja memasuki dunia kerja atau baru saja diangkat menjadi karyawan tetap perusahaan, hal tersebut menjadi timing yang tepat untuk menyiapkan dana pensiun. Mengapa ? Karena dari awal memiliki penghasilan sudah memiliki perencanaan dana pensiun, karena semakin lama jangka waktunya, maka semakin kecil dana yang perlu disisihkan setiap bulannya.
Apabila seseorang tergolong terlambat dalam menyiapkan dana pensiun, maka ada beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan. Bisa saja seseorang saat ini merasa sudah memiliki dana pensiun dengan mekanisme dipotong dari gaji oleh kantor dan dikelola oleh pihak ketiga, misal bank sebagai Dana Pensiun Lembaga Keuangan.
Sebab, jika hanya bisa menyisihkan 10% dari penghasilan setiap bulan untuk dana pensiun, maka akan berpotensi dana pensiun yang terkumpul dana tidak cukup. Maka dari itu, tingkatkan persentase seiring dengan pertambahan usia agar saat pensiun nanti dana yang terkumpul bisa cukup.
Jika ingin secara mandiri membuat dana pensiun, jangan lupa untuk melihat kinerja lembaga dana pensiun. Pastikan kinerjanya bagus, baik produknya maupun perusahaannya. Lembaga keuangan yang kini menyelenggarakan layanan dana pensiun ada dua tipe, yakni :
A. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang dibentuk oleh bank