poptren

Dokter Boyke Ungkap Hubungan Seks Menggebu-gebu di Bulan Puasa Paling Paling Bagus di Jam Segini

Poptren Suara.Com
Rabu, 22 Maret 2023 | 10:36 WIB
Dokter Boyke Ungkap Hubungan Seks Menggebu-gebu di Bulan Puasa Paling Paling Bagus di Jam Segini
Dokter Boyke (Instagram @drboykediannugraha)

Poptren.suara.com - Pasangan suami-istri beragama Islam yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan tetap bisa melakukan aktivitas seks di waktu setelah berbuka hingga sebelum imsak.

Tentu saja hubungan seks bisa menjaga keharmonisan rumah tangga meskipun masuk di bulan suci.

Dilansir YouTube Sonora FM, dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS atau dokter Boyke mengatakan bahwa hubungan seks bagi suami istri sebaiknya dilakukan pada pukul 03.00 WIB atau sebelum sahur.

Menurut dokter Boyke, produksi hormon testoteron di dalam tubuh sedang naik di jam segitu.

"Pada saat jam 03.00 itu, hormon testoteron itu lagi naik produksinya, jadi gairah seks itu timbul," tutur dokter kelahiran 14 Desember 1956 ini.

Namun, dokter Boyke mengingatkan bahwa aktivitas seks di dini hari itu bisa menguras energi sehingga bisa mendatangkan kantuk saat berada di kantor.

"Nanti, malah sampai kantor ngantuk," kata dokter Boyke.

Melansir Halodoc, testosteron bisa memainkan peran penting dalam kesehatan dan penyakit. Misalnya, testosteron adalah pemain kunci di dalam perkembangan kanker prostat pada pria.

Fungsi hormon ini pada pria diantaranya untuk perkembangan penis dan testis, pendalaman suara saat pubertas, munculnya rambut wajah dan kemaluan mulai saat pubertas, di kemudian hari hormon ini berperan dalam penyebab kebotakan, ukuran dan kekuatan otot, pertumbuhan dan kekuatan tulang, dorongan seks (libido), dan produksi sperma.

Baca Juga: Tiara Andini Diduga Tahu soal Hubungan Alshad Ahmad dan Nissa Asyifa, Ucapan ini Jadi Bukti?

Selain itu, testosteron juga bisa membantu mempertahankan suasana hati yang normal. Sinyal yang dikirim dari otak ke kelenjar pituitari di dasar otak mengendalikan produksi testosteron pada pria.

Kelenjar pituitari ini kemudian menyampaikan sinyal ke testis untuk menghasilkan testosteron. Ketika kadar testosteron naik terlalu tinggi, maka otak mengirimkan sinyal ke hipofisis untuk mengurangi produksi.

Selanjutnya, testosteron yang diproduksi di ovarium dan kelenjar adrenal wanita memiliki efek penting, yaitu untuk fungsi ovarium, kekuatan tulang, perilaku seksual termasuk libido normal (meskipun bukti tidak konklusif), keseimbangan yang tepat antara testosteron (bersama dengan androgen lainnya) dan estrogen adalah penting bagi ovarium untuk bekerja secara normal.

Meskipun spesifiknya tidak pasti, ada kemungkinan androgen memainkan peran penting dalam fungsi otak normal (termasuk suasana hati, dorongan seks, dan fungsi kognitif). (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI