Popren.suara.com - Daerah kemaluan memang seringkali terasa gerah dan berkeringat, terutama pada saat suhu udara atau kelembaban tinggi, atau ketika kita melakukan aktivitas fisik. Fenomena ini disebabkan oleh kelenjar keringat yang ada di sekitar daerah kemaluan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Dermatology, kelenjar keringat di daerah kemaluan lebih banyak dibandingkan dengan area tubuh lainnya. Kelenjar keringat ini dapat memproduksi keringat dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga daerah tersebut lebih mudah berkeringat.
Namun, keringat yang terkumpul di daerah kemaluan juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti iritasi kulit, infeksi jamur, dan bau tak sedap. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan daerah kemaluan dengan mandi teratur, mengganti pakaian dalam secara teratur, dan menghindari penggunaan sabun atau produk pembersih yang terlalu kuat.
Beberapa cara lain untuk mengatasi gerah dan berkeringat di daerah kemaluan adalah dengan menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat, seperti katun atau serat alami lainnya. Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat atau terbuat dari bahan sintetis yang dapat menghambat sirkulasi udara.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan bedak bayi atau produk yang mengandung talk untuk menyerap kelembaban di daerah kemaluan. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan produk ini sebaiknya tidak terlalu sering dan hanya dalam jumlah yang sedikit.
Dalam kesimpulannya, daerah kemaluan memang cenderung lebih gerah dan berkeringat karena kelenjar keringat yang lebih banyak dibandingkan dengan area tubuh lainnya. Namun, dengan menjaga kebersihan dan menggunakan pakaian dalam yang tepat, Anda dapat mengatasi masalah ini dengan efektif.