Headphone untuk Kaum Sultan, Sennheiser HD 660S2 Siap Dijual di Indonesia

Poptren

Jum'at, 14 April 2023 | 22:20 WIB
Headphone untuk Kaum Sultan, Sennheiser HD 660S2 Siap Dijual di Indonesia
Sennheiser HD 660S2 (Tomy Tresnady)

Poptren.suara.com - Headphone Sennheiser HD 660S2 untuk kaum sultan telah hadir di Indonesia dengan upgrade bagi para audiophiles yang ingin mencari detail dengan kinerja low-frequency yang memikat.

HD 660S2 versi terbaru dari Sennheiser ini memperluas kapabilitas dari keluarga 600-series, yang telah menjadi benchmark bagi high-performance audiophile headphones.

Sennheiser merespon masukan para komunitas hi-fi, menciptakan sebuah headphone yang dengan mahir menyeimbangkan detail reference-level dengan frequency-response yang memikat.

Headphone ini menghadirkan pendengaran yang lebih dramatis dengan intensitas yang lebih besar dari sub-bass tuning yang telah ditingkatkan, dynamic impact yang terekstraksi dan emosi dari rekaman favorit para audio enthusiasts.

Akustik yang telah diperbaharui menawarkan pengalaman dalam menikmati musik dengan cara baru yang menyenangkan.

Sennheiser HD 660S2 terbaru dari kami menawarkan para pendengar apa yang mereka inginkan dari para headphones pendahulunya.” ucap Jermo Koehnke, Audiophile Product Manager dari Sennheiser.

“Dengan presisi dan kekuatan yang tiada duanya serta sensitivitas di semua frekuensi, para pendengar dapat mendengarkan detail yang tidak pernah mereka dengar sebelumnya, terutama yang berada pada spektrum bagian bawah.”

Sennheiser HD 660S2 [Tomy Tresnady]
Sennheiser HD 660S2 (sumber: Tomy Tresnady)

The depth and drama audiophiles crave

Meningkatkan karya klasik yang banyak disukai dan di saat bersamaan mempertahankan atribut terbaiknya merupakan hal yang menantang, dimulai dari tingkat terdasar dari frequency plot.

baca juga

Karakteristik warm bass dari HD 660S2 sangat cocok dipasangkan dengan performa silky-smooth treble dan juga vocal presence yang telah menjadi ciri khas, membuat timbre dan keunikan dari setiap bagian instrumen menonjol.

Melintasi seluruh spektrum frekuensi, HD 660S2 menghadirkan pengalaman listening yang halus berkat peningkatan aliran udara dari transduser dan voice coil yang telah disempurnakan.

Dari suara timpani crescendos yang bergemuruh hingga EDM yang menggelegar, bahkan audiophile yang tajam pun akan menyadari kedalaman serta nuansa pada bagian berfrekuensi rendah, menambahkan kesan dramatis pada jenis musik apapun.

Para pendengar akan disuguhi dengan bass yang lebih dalam dan jernih tanpa perlu mengorbankan expansive detail yang dikenal dari seri ini.

Dengan mengurangi berat dari voice coil, terjadi peningkatan pada respon impuls yang menghadirkan tekstur hyper-realistic ke garis depan reproduksi performa apapun.

Pengalaman keseluruhan akan lebih halus dan hangat dibandingkan dengan HD 660S sebelumnya, berkat tuning yang mengurangi jarak antara peaks dan troughs.

Impedansi keseluruhan yang sama dengan HD 600 dan HD 650, yaitu 300 ohm yang audiophile-friendly, untuk dinamika yang kuat dan distorsi rendah yang mengesankan.

Sennheiser HD 660S2 [Tomy Tresnady]
Sennheiser HD 660S2 (sumber: Tomy Tresnady)

A fit for the long haul

Didesain di Jerman dan diproduksi di fasilitas produksi Sennheiser yang canggih di Irlandia, HD 660S2 melanjutkan penekanan kualitas, desain fungsional menggunakan material yang berkontribusi kepada pengalaman hi-fi dari seri ini.

Earpads yang empuk dan headband padding yang nyaman meletakkan transduser 300-ohm yang telah direvisi pada jarak optimal dari telinga sehingga menghasilkan soundstage yang luas yang mendetail – bahkan untuk mengeksplor musik yang lebih luas.

Surround dari transduser menurunkan frekuensi resonansi dari 100 Hz (HD 660S) ke 70 Hz untuk kick drum yang kuat
untuk bergerak dengan leluasa.

Bahkan kisi-kisi dari outer grilles dibuat untuk mengatur aliran udara pada impedansi ideal untuk open-back listening session yang sempurna.

Serbaguna untuk dapat dikoneksikan dengan solusi klasik dan modern, HD 660S2 dilengkapi dengan dua kabel user-detachable dengan panjang 1.8 meter (5.8 ft) yang masing-masing di akhiri dengan 6.3 mm (1/4-inch) single-ended stereo dan 4.4 mm balanced stereo jack plug.

Sebuah adapter 6.3mm to 3.5mm (1/8-inch) juga termasuk di dalamnya, yang dapat digunakan untuk perangkat hi-fi populer seperti DACamps, DAPs dan amplifier khusus seperti Sennheiser HDV 820.

Aksen warna perunggu yang menonjol sangat sesuai dengan finish hitam legam yang elegan, yang terlindung di dalam pouch penyimpanan.

Sennheiser HD 660S2 [Tomy Tresnady]
Sennheiser HD 660S2 (sumber: Tomy Tresnady)

Harga dan Ketersediaan

Sennheiser HD 660S2 akan tersedia di outlet-outlet Desound terpilih, desound.co.id, dan toko-toko audio terpilih baik di channel online maupun offline pada pertengahan bulan Mei 2023.

Sennheiser HD 660S2 sendiri dipasarkan dengan harga Rp9.999.000.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agar Tidak Merusak Pendengaran, Ini 5 Tips Menggunakan Earphone yang Tepat

Agar Tidak Merusak Pendengaran, Ini 5 Tips Menggunakan Earphone yang Tepat

Your Say | Rabu, 08 Februari 2023 | 09:00 WIB

Berapa Batas Waktu Pakai Headphone yang Aman?

Berapa Batas Waktu Pakai Headphone yang Aman?

Tekno | Senin, 30 Januari 2023 | 19:39 WIB

Best 5 Oto: Kolaborasi Morgan x Sennheiser, Pilihan Mobkas Keluarga Akhir Tahun, Saldo e-Toll Sambut Libur Nataru

Best 5 Oto: Kolaborasi Morgan x Sennheiser, Pilihan Mobkas Keluarga Akhir Tahun, Saldo e-Toll Sambut Libur Nataru

Otomotif | Sabtu, 17 Desember 2022 | 06:26 WIB

Terkini

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Evakuasi Dramatis Pendaki 145 Kg di Gunung Gede Pangrango

Evakuasi Dramatis Pendaki 145 Kg di Gunung Gede Pangrango

Jabar | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:36 WIB

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:35 WIB

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:27 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:05 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Teknologi AI Kini Bisa Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare

Jangan Asal Ikut Tren! Teknologi AI Kini Bisa Bantu Kenali Kondisi Kulit Sebelum Beli Skincare

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:04 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:51 WIB

×