Poptren.suara.com - Jika kemarin marak aksi penipuan yang disebar melalui akun WhatsApp (WA) yang disebarkan secara random atau blas oleh sang penipu dengan menggunakan file berbasis APK, kini marak modus baru dengan pola yang sama dengan file berbasis PDF.
Seperti kita tahu, file PDF secara umum hanya menampilkan gambar, namun jika korba mengeklik link yang diberikan sang penipu, maka sang penipu dengan leluasa akan mencuri data hingga akses ke rekening bank, sehingga sangat berbahaya.
Penipuan ini masuk dalam kategori penipuan scam, yang mampu membuat beragam data korba berpindah tangan, termasuk data-data sensitif dan berharga.
Secara deskrpsi, penipuan atau scam adalah tindakan manipulatif yang bertujuan untuk menipu, memperoleh keuntungan finansial, atau merugikan orang lain secara tidak adil.
Scam dapat terjadi melalui berbagai saluran, termasuk telepon, pesan teks, email, situs web palsu, media sosial, atau bahkan tatap muka.
Berikut beberapa contoh umum dari penipuan atau scam yang perlu diwaspadai:
Scam "Nigerian Prince" atau "419": Penipu mengirimkan email atau pesan yang mengklaim mereka memiliki uang besar yang tersedia, dan mereka meminta bantuan korban untuk mentransfer atau mengirim sejumlah uang sebagai biaya administrasi atau biaya lainnya.
Tujuannya adalah untuk mencuri uang korban atau informasi pribadi.
Penipuan Undian atau Lotere: Korban menerima pemberitahuan bahwa korban telah memenangkan undian atau lotere besar, meskipun sebenarnya korban tidak pernah ikut serta.
Mereka meminta korban untuk membayar biaya pengiriman atau biaya lainnya agar dapat menerima hadiah. Ini adalah trik untuk mendapatkan uang atau informasi pribadi korban.
Baca Juga: Mau Lebaran Banyak Modus Tipu-Tipu! Waspada Penipuan Berkedok Call Center Bank/Provider
Penipuan Cinta atau Romance Scam: Penipu mencoba membangun hubungan romantis dengan korban melalui internet atau media sosial.
Setelah memperoleh kepercayaan korban, mereka meminta uang dengan alasan darurat atau kebutuhan finansial. Tujuannya adalah untuk merampok korban secara emosional dan finansial.
Penipuan Investasi: Penipu menghubungi korban dengan tawaran investasi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Mereka berjanji pengembalian investasi yang tinggi dalam waktu singkat.
Namun, mereka akan meminta korban untuk mengirimkan sejumlah uang terlebih dahulu. Akhirnya, korban kehilangan uang tanpa memperoleh keuntungan yang dijanjikan.
Phishing: Penipu mencoba mendapatkan informasi pribadi atau keuangan korban melalui email atau situs web palsu yang tampak seperti lembaga atau perusahaan yang sah.
Mereka mungkin meminta korban untuk memasukkan kata sandi, nomor kartu kredit, atau informasi pribadi lainnya. Tujuannya adalah untuk mencuri identitas korban atau mengakses akun korban.