Poptren.suara.com - I Gede Darmayusa, Direktur PT XL Axiata Tbk (XL Axiata), menjelaskan bahwa di beberapa negara, operator telekomunikasi masih menggunakan jaringan 2G dan hanya mematikan layanan 3G. Beberapa perangkat seperti mesin EDC, SMS, dan retail outlet masih mengandalkan jaringan 2G.
Penghentian layanan 3G dijalankan dengan cepat berkat intervensi dari pemerintah. Selain itu, proses ini juga efektif karena spektrum frekuensi dari layanan 3G dapat digunakan untuk memperkuat performa jaringan 4G LTE.
I Gede Darmayusa menegaskan bahwa spektrum jaringan 2G tidak dapat digunakan untuk jaringan LTE. Oleh karena itu, matinya jaringan 2G akan terjadi secara alami kecuali ada intervensi dari pemerintah yang mempercepat proses shutdown jaringan 2G.
Walau begitu, I Gede Darmayusa mengakui bahwa penggunaan jaringan 2G di beberapa kota besar semakin berkurang. Hingga akhir Juni 2023, total jumlah Base Transceiver Station (BTS) XL Axiata mencapai 150.261 unit, yang terdiri dari BTS 2G dan 4G.
"Diperkirakan pada akhir 2030, BTS 2G baru akan bisa dimatikan sepenuhnya di Indonesia," tambahnya.