Poptren.suara.com - Pernah dengar ginko biloba ? Dalam sejarah pengobatan kuno, tanaman ginko, yang merupakan salah satu spesies tanaman tertua, telah digunakan selama ribuan tahun sebagai pengobatan kesehatan termasuk mengatasi pikun.
Ginko yang diramu sedemikian rupa menjadi populer menjadi suplemen. Ekstrak ginko disebut-sebut sebagai cara untuk menjaga ingatan tetap tajam serta mampu cegah bermacam penyakit seperti anxiety, demensia, dan penyakit jantung.
Daun dan biji ginko sering digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, meski kini penelitian modern berfokus pada ekstrak ginko dari daunnya. Tanaman ginko adalah tanaman dari Cina dan merupakan salah satu spesies pohon paling tua yang masih hidup di bumi. Sebagai informasi, satu pohon ginko dapat hidup hingga 1.000 tahun dan tumbuh setinggi 120 kaki.
Pohon ginko terdiri dari cabang-cabang kecil dengan daun berbentuk kipas serta menghasilkan buah yang tidak aman untuk dimakan, karena kemungkinan beracun. Meskipun di masa sekarang penelitiannya hanya berfokus pada ekstrak ginkgo biloba yang terbuat dari daun kering, namun dalam pengobatan tradisional Tiongkok, daun ginko digunakan sebagai obat kesehatan alami.
Beberapa manfaat dauj ginko biloba untuk kesehatan diantaranya :
1. Meningkatkan fungsi otak
Sebuah penelitian mendukung gagasan bahwa melengkapi nutrisi dengan ginko dapat meningkatkan kinerja mental dan kesejahteraan yang dirasakan, bahkan hasil penelitiannya memunculkan klaim yang menghubungkan ginko dengan peningkatan memori, fokus, dan rentang perhatian.
2. Mengobati sakit kepala
Penelitian yang menjelaskan keterkaitan daun ginko dan sakit kepala sedikit, namun jika dilihat akar sakit kepalanya, daun ginko dapat dipertimbangkan. Jika sakit kepala berhubungan dengan aliran darah atau penyempitan pembuluh darah, ginko mampu melebarkan pembuluh darah dapat memperbaiki gejala.
3. Mengurangi gejala gangguan kejiwaan dan demensia
Ginko telah dievaluasi kemampuannya secara berulang kali untuk mengurangi anxiety, stres, dan gejala lain yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer, serta penurunan kognitif yang berkaitan dengan penuaan. Bahkan beberapa penelitan menunjukkan bahwa ada penurunan kognitif pada orang dengan demensia yang menggunakan tanaman ini.
Ada pula tinjauan lain yang menemukan pengurangan signifikan pada gejala yang berkaitan dengan demensia ketika ginko digunakan selama 22 hingga 24 minggu.
4. Meningkatkan sirkulasi dan kesehatan jantung
Biji ginko digunakan untuk membuka saluran energi ke berbagai sistem organ, termasuk ginjal, hati, otak, dan paru-paru dalam pengobatan tradisional Tiongkok.
Ternyata ginko mampu meningkatkan aliran darah ke berbagai bagian tubuh. Laman Healthline menuliskan studi yang lebih tua pada orang dengan penyakit jantung yang dilengkapi dengan ginko mengungkapkan peningkatan langsung aliran darah ke beberapa bagian tubuh.
Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan 12 persen kadar nitric oxide yang bersirkulasi, sehingga senyawa bertanggung jawab untuk melebarkan pembuluh darah.
5. Meningkatkan kesehatan mata
Ada ulasan yang menunjukkan bahwa orang dengan glaukoma yang mengonsumsi ginko mengalami peningkatan aliran darah ke mata, namun bukan berarti penglihatan menjadi lebih baik. Tinjauan lain dalam dua studi mengevaluasi efek ekstrak ginko pada perkembangan degenrasi makula terkait usia.
Bahkan ada yang melaporkan peningkatan penglihatan, namun tidak signifikan secara statistik keseluruhan.
6. Mengatasi gejala asma
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ginko dapat memperbaiki gejala asma dan penyakit radang pernapasan lainnya, yang berkaitan dengan senyawa anti-inflamasi dalam ginko. Senyawa tersebut dapat mengurangi peradangan saluran udara dan meningkatkan kapasitas paru-paru.
7. Mengurangi gejala PMS
Ginko dapat membantu mengobati gejala fisik dan psikologis sindrom pra-menstruasi. Dalam sebuah studi pada 85 mahasiswa menunjukkan bahwa, terjadi penurunan 23 persen dalam gejala PMS yang dilaporkan mereka saat mengonsumsi ginko. Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya penurunan gejala PMS sekitar 8,8 persen pada sekelompok plasebo.