Udah Tau Belum? Ini 3 Kucing Eksotis Asli Indonesia

Poptren | Suara.com

Kamis, 10 Agustus 2023 | 13:23 WIB
Udah Tau Belum? Ini 3 Kucing Eksotis Asli Indonesia
Kucing batu. (Scott Robinson/Flickr)

Poptren.suara.com - Hingga kini Indonesia diketahui masih menjadi habitat bagi lima jenis kucing hutan. Tak jarang keberadaan kucing-kucing liar tersebut tertangkap kamera jebak yang dipasang para peneliti untuk mengetahui jumlah populasi seungguhnya hewan-hewan tersebut.

Mengacu hal itu, tentu dibutuhkan upaya yang cukup serius guna melindungi kawasan-kawasan tempat habitat kucing-kucing itu dari pembalakan dan penebangan hutan dalam skala besar, karena pastinya bakal merusak ekosistem kucing-kucing liar endemik Indonesia tersebut.

Pakar ekologi dari Virginia Tech dan WWF Indonesia pernah menjelaskan bahwa kucing hutan punya peranan penting dari sisi ekologis, utamanya sebagai hewan predator.

Sejatinya, kucing hutan memegang kendali bagi populasi dan perilaku satwa lain, terutama dalam mengendalikan jumlah populasi satwa mangsa mereka. Pada akhirnya ini akan berpengaruh pada vegetasi dan ekosistem secara keseluruhan.

Berikut 3 kucing hutan eksotis asli Sumatra yang saat ini dalam status terancam punah.

1. Kucing Batu

Kucing batu. [Scott Robinson/Flickr]
Kucing batu. (sumber: Scott Robinson/Flickr)

Kucing batu sangat mirip dengan kucing rumahan dengan motif serupa macan. Hewan dengan nama latin Pardofelis marmorata ini merupakan kucing liar kecil yang terkenal gesit saat berada di atas pohon. Ukuran tubuhnya memang hanya sekira 45-62 cm dengan bobot 2-5 kg.

Kucing batu cukup dikenal karena pola bulunya yang indah dan eksotis dengan dominasi warna cokelat, abu-abu, kuning, dan hitam, dengan motif totol-totol. Ekornya yang panjang dan berbulu tebal semakin menjadi daya tarik kucing batu. Kaenanya tak heran mereka kerap kali jadi sasaran perburuan untuk dijual kepada para kolektor.

Hewan dengan pola hidup nokturnal ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon untuk memangsa burung, reptil (cecak pohon, kadal, atau ular), tupai, dan tikus. Karena populasinya yang semakin menyusut, sejak 2002 kucing batu sudah berstatus konservasi rentan.

2. Kucing Emas

Kucing emas sumatra [Scott Robinson/Flickr]
Kucing emas sumatra (sumber: Scott Robinson/Flickr)

Memiliki nama latin Catopuma temminick, kucing emas hidup di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Kucing hutan satu ini cukup mudah dikenali karena hampir seluruh tubuhnya berwarna cokelat keemasan. Meski begitu, sebagian dari mereka ada juga yang berwarna abu-abu atau cokelat gelap.

Dengan rata-rata berat 8-12 kg untuk kucing emas dewasa dan panjang tubuh yang mencapai 1,2 meter, kucing ini terlihat lebih panjang ketimbang ukuran kucing lazimnya.

Kucing emas hidup pada ketinggian 1.110-3.378 mdpl dan menempati kawasan padang rumput atau kebun. Untuk bertahan hidup, mereka memangsa hewan-hewan kecil seperti tupai, reptil, burung, dan kelinci.

Beberapa dekade belakangan, kucing emas semakin sulit terlihat karena perburuan liar. Umumnya kucing in diburu untuk santapan karena dikatakan dagingnya yang lezat serta tulangnya sebagai bahan baku pengobatan tradisional.

Tak sedikit pula para oknum yang memperdagangkan kulit kucing emas yang memiliki nilai ekonomis tinggi, karenanya bukan mustahil di masa depan hewan ini kian terancam punah, selain karena habitatnya yang menjadi alih fungsi lahan.

3. Kucing Kuwuk

Kucing kuwuk. [Tim Melling/Flickr]
Kucing kuwuk. (sumber: Tim Melling/Flickr)

Kucing kuwuk atau kucing congkok juga bisa ditemukan keberadaannya di hutan-hutan Sumatra. Dengan ukuran mirip kucing pada umumnya, kucing kuwuk acapkali disangka sebagai anak macan oleh para penduduk dan masyarakat sekitar hutan.

Meski demikian, secara fisik kucing kuwuk terlihat lebih ramping dengan kaki yang cukup panjang yang dibalut bulu-bulu bermotif totol. Sejatinya memang, kucing kuwuk dan macan berasal dari dua genus berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Catat karena Penting ! Deretan Gejala Rabies pada Kucing

Catat karena Penting ! Deretan Gejala Rabies pada Kucing

| Jum'at, 23 Juni 2023 | 20:35 WIB

Perhatikan ! Hal yang Menyebabkan Kucing Merasa Sedih

Perhatikan ! Hal yang Menyebabkan Kucing Merasa Sedih

| Selasa, 20 Juni 2023 | 10:11 WIB

Alasan Kucing Terus Mengekori Pemiliknya, Bisa Jadi Karena Masalah Kesehatan

Alasan Kucing Terus Mengekori Pemiliknya, Bisa Jadi Karena Masalah Kesehatan

| Kamis, 11 Mei 2023 | 09:40 WIB

Mitos atau Fakta : Benarkah Bulu Kucing Penyebab Kemandulan ?

Mitos atau Fakta : Benarkah Bulu Kucing Penyebab Kemandulan ?

| Rabu, 05 April 2023 | 07:35 WIB

Terkini

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:54 WIB

Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan

Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:35 WIB

Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat

Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:27 WIB

7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik

7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik

Jakarta | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:17 WIB

Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Jakarta | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:03 WIB

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:58 WIB

DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi

DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:48 WIB

SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini

SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini

Kalbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:27 WIB

Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam

Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam

Kalbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:16 WIB

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:00 WIB