Poptren.suara.com - Terkait perseteruan Denny Sumargo dan DJ Verny Hasan terkait tes DNA terhadap anaknya, Dokter Richard Lee terang-terangan mengomentari perseteruan keduanya.
Richard Lee nampaknya sudah berniat mengundang Dj Verny Hasan ke podcast YouTubenya untuk membahas hal tersebut.
"Undang, pas diundang langsung demam. Padahal support banget Verny. Verny kalau lu lihat ya, datang ke podcast gua, gua seneng, gua support," kata Richard Lee dilansir dari TikTok @mukbang_random_, Selasa (22/8/2023).
Dr Richard Lee menilai, hasil tes DNA memang biasa dipalsukan, tetapi dalam sinetron atau drama Korea yang ditontonnya.
Tak heran, pemilik klinik kecantikan Athena ini penasaran soal hasil tes DNA anak DJ Verny Hasan dan Denny Sumargo, apakah benar-benar dipalsukan atau tidak.
"Memang tuh ya yang namanya tes DNA suka ada yang palsuin, gua lihat di drakor sama sinetron gitu. Tapi, kalau misalnya palsu kan seru ya," tandasnya.
Dokter Richard Lee juga melontarkan kata-kata sarkas mengenai Denny Sumargo yang hanya seorang YouTuber, tapi bak mafia yang dituding telah memanipulasi hasil tes DNA.
"Btw, Densu itu siapa sih? Cuman youtuber kan. Kok bisa ya dia ngubah (tes DNA) kayak mafia mafian gitu. Kebanyakan nonton sinetron kali ya," katanya sambil tertawa sarkas.
Sang dokter juga meminta maaf kepada Denny Sumargo karena telah berkhianat dalam kasus ini, supaya labelnya sebagai podcast terbaik turun.
"Tapi, nggak papa sih. Kalau misalnya Densu ada apa-apa kan gua senang. Siapa tahu tahun depan kan podcast terbaik turun, mohon maaf ya Densu. Gua agak berkhianat dikit ini," celoteh dr Richard Lee sambil tertawa.
Netizen pun menilai sikap Richard Lee itu bukan menyudutkan Denny Sumargo, melainkan sarkas terhadap tudingan DJ Verny Hasan karena meragukan dokter dan institusi yang melakukan tes DNA.
"Di sini dr Richard point pertama menjelaskan kemustahilan tes DNA dipalsukan oleh Densu, karena itu hanya terjadi di Drakor dan sinetron aja," kata seorang netizen.
"Nyampe bangeet dok sarkasnya, sekelas RSCM coi dipertanyakan kredibilitasnya," timpal yang lain.